Kesulitan mengingat dan mengucapkan nama orang juga benda-benda, apa sebabnya?

Older woman touching her face

Sumber gambar, Getty Images

    • Penulis, Roger Kreuz dan Richard Roberts
    • Peranan, BBC Future

Kesulitan mengingat sebuah kata atau nama mungkin bukan pertanda ingatan yang buruk dan ada cara mudah untuk mencegahnya.

Pernahkah Anda kesulitan mengingat nama seseorang?

Mungkin Anda dapat membayangkan wajah orang itu di benak Anda dan Anda akan segera mengenali namanya jika seorang teman menyebutkannya kepada Anda.

Meskipun ini sering terjadi pada nama orang, kata-kata benda tertentu seringkali juga sulit diingat.

Bukan karena Anda tidak dapat mengingatnya, tetapi Anda tidak dapat menemukan kata yang tepat.

Orang paruh baya atau lansia sering mengalami masalah kognitif ini.

Kesulitan ini terjadi tanpa peringatan, bahkan pada kata dan nama yang paling dikenal seseorang.

Hal ini bisa berlangsung dari sepersekian detik hingga beberapa menit atau bahkan beberapa jam, dan bisa jadi sangat menjengkelkan.

Dalam kasus seperti itu, seseorang yakin dia tahu kata yang sedang dicarinya.

Seakan-akan kata itu ada di ujung lidahnya, tapi karena alasan tertentu mereka tak dapat mengingatnya.

Psikolog menyebut pengalaman seperti itu sebagai kondisi tip-of-the-tongue (TOT- di ujung lidah).

lidah

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kata-kata itu seakan ada di ujung lidah Anda (tip-of-the-tounge), tapi Anda tak bisa mengingatnya.

Mempelajari TOT menghadirkan tantangan tertentu bagi psikolog yang ingin memahami bagaimana dan mengapa keadaan seperti itu terjadi.

Sama seperti astronom yang mempelajari fenomena seperti supernova, para peneliti tahu bahwa keadaan TOT pada akhirnya akan terjadi, tetapi tidak tahu kapan persisnya.

Ketidakpastian ini telah menyebabkan dua metode yang sangat berbeda untuk menyelidiki TOT: melalui metode naturalistik dan dengan secara eksperimental yang meneliti kesulitan pencarian kata di dalam laboratorium.

Para peneliti yang mempelajari pencarian kata dan TOT telah mencoba untuk mengukur dua aspek secara khusus: seberapa sering keadaan itu terjadi dan kemungkinan kesulitan itu terselesaikan - yaitu, kata yang dicari secara spontan diingat oleh orang tersebut tanpa bantuan eksternal (seperti meminta teman membantunya mencari kata).

ALZHEIMER
Keterangan gambar, Peserta penelitian yang berusia 80-an mengalami keadaan TOT hampir dua kali lebih tinggi dari mahasiswa.

Studi buku harian, yang meminta orang menulis setiap kali mereka mengalami keadaan TOT, memungkinkan peneliti untuk menilai seberapa sering kesulitan itu terjadi dan terselesaikan.

Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami sekitar satu hingga dua kejadian TOT seminggu, sedangkan untuk orang-orang berusia 60-an dan awal 70-an, sedikit lebih sering.

Namun, peserta penelitian yang berusia 80-an mengalami keadaan TOT hampir dua kali lebih tinggi dari mahasiswa.

Studi buku harian telah menunjukkan bahwa episode TOT kemungkinan besar akan terselesaikan. Tingkat keberhasilan tipikal dalam studi semacam itu lebih dari 90%.

Namun, kita perlu berhati-hati saat menafsirkan data naturalistik tersebut.

Mungkin pada kasus orang berusia lanjut, yang lebih khawatir tentang kehilangan ingatan mereka, mereka akan lebih banyak mencatatkan kejadian TOT.

Mereka mungkin lebih rutin dalam menuliskannya, karena aktivitas mereka tidak sesibuk peserta yang lebih muda.

Mungkin juga ada kasus peserta yang cenderung mencatat status TOT terselesaikan daripada yang tidak terselesaikan.

TOT

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kesulitan menemukan kata tak selalu berarti ingatan yang buruk.

Metode alternatif untuk mempelajari pencarian kata adalah dengan secara eksperimental yang menyebabkan keadaan TOT.

Metode untuk melakukan ini dikembangkan oleh psikolog Roger Brown dan David McNeill di Universitas Harvard.

Mereka menemukan bahwa memberikan definisi sebuah kata yang tidak umum dalam bahasa Inggris dari kamus kepada peserta, sering kali akan memicu kesulitan pencarian kata.

Contohnya: "Instrumen navigasi yang digunakan untuk mengukur jarak sudut, terutama ketinggian Matahari, Bulan, dan bintang di laut".

(Jika contoh ini kondisi TOT untuk Anda, maka kata yang Anda cari adalah "sextant".)

Dalam studi ini, peserta seringkali mampu memberikan kata yang diinginkan tanpa kesulitan.

Pada kesempatan lain, subjek tidak tahu kata apa yang menggambarkan definisi tersebut.

Namun, jika mereka ada dalam keadaan TOT, Brown dan McNeill akan mengajukan pertanyaan tambahan pada mereka.

Para peneliti menemukan bahwa, dalam keadaan seperti itu, orang dapat menyebutkan sebagian informasi tentang kata yang dicari, bahkan ketika mereka tak dapat menyebutkan kata itu.

Misalnya, peserta menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik ketika diminta untuk menebak berapa suku kata yang dimiliki kata tersebut atau diminta menebak huruf pertama kata itu.

otak

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Psikolog Donna Dahlgren dari Indiana University Southeast berpendapat bahwa masalah utamanya bukanlah pada usia tetapi pada pengetahuan.

Dan tidak mengherankan, ketika orang melakukan kesalahan, mereka sering menghasilkan kata-kata yang memiliki arti serupa.

Saat diberi definisi untuk "sextant", peserta terkadang menjawab dengan "astrolabe" atau "compass".

Namun, terkadang mereka juga menyebut kata-kata yang terdengar seperti istilah yang dimaksudkan, seperti "sextet" dan "sexton".

Seperti banyak masalah terkait penuaan kognitif kita dapat melihat peningkatan keadaan TOT sebagai gelas setengah kosong atau setengah penuh.

Di satu sisi, kesulitan menyebut nama atau benda ini dapat dianggap sebagai bukti melemahnya hubungan antara makna dari satu konsep dan kata-kata yang mewakilinya dalam ingatan jangka panjang.

Mungkin juga masalah ini mencerminkan sesuatu yang sangat berbeda.

Jika orang dewasa yang lebih tua biasanya memiliki lebih banyak informasi dalam ingatan jangka panjang, maka sebagai konsekuensinya mereka akan mengalami lebih banyak keadaan TOT.

Ada kemungkinan juga bahwa keadaan TOT berguna karena dapat berfungsi sebagai sinyal kepada lansia bahwa kata yang dicari sudah diketahui, meskipun saat ini tidak dapat diakses.

Informasi metakognitif semacam itu bermanfaat karena menandakan bahwa menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencoba menyelesaikan kesulitan pencarian kata itu, pada akhirnya dapat mengarah pada keberhasilan.

Jika melihat dengan cara seperti itu, keadaan TOT mungkin tidak mencerminkan kegagalan, tetapi sumber informasi yang berharga.

Jika Anda adalah orang-orang yang lanjut usia dan masih khawatir tentang keadaan TOT yang Anda alami, penelitian menunjukkan bahwa Anda mungkin mengalami lebih sedikit episode seperti itu jika Anda menjaga kebugaran tubuh Anda.

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris dengan judul Why you lose words on the tip of your tongue di BBC Future.