Krow Kian, model transgender yang mendobrak batasan

Krow Kian model transgender

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Krow Kian, model pria transgender pertama yang berjalan di catwalk Luis Vuitton.
    • Penulis, Bel Jacobs
    • Peranan, BBC Culture

Film dokumenter Krow's Transformation mengisahkan perjalanan modeling Krow Kian dan pergeseran budaya yang lebih luas. Bel Jacobs berbincang dengan Krow tentang gender, fesyen, dan menjadi panutan.

Pada Oktober lalu, di Louvre, seorang model berusia 23 tahun bernama Krow Kian membuka pagelaran koleksi musim semi/musim panas Louis Vuitton mengenakan setelan abu-abu dan jas longgar.

Enam bulan setelah itu, yang diselingi dengan padatnya pekerjaan sebagai model iklan dan sampul majalah, Krow kembali berjalan di catwalk Vuitton, menutup koleksi wanita musim gugur/musim dingin mereka.

Krow menjadi sorotan, selain karena tulang pipinya yang lancip dan tatapan tajam dari matanya yang jernih, juga karena ia merupakan pria transgender pertama yang berjalan di catwalk koleksi baju wanita.

Model-model transgender baru mulai banyak disoroti industri mode sepanjang 10 tahun terakhir.

Pada 2010, Lea T menjadi perempuan trans pertama yang muncul di iklan high-fashion untuk Givency. Di 2015, Andreja Pejić adalah model trans pertama yang profilnya muncul di Vogue. Sejak itu, model-model lain seperti Maxim Magnus, Hari Nef dan Hunter Schafer menjadi bintang iklan merek-merek paling ternama di dunia.

Meski begitu, model pria transgender masih jarang — hingga Krow datang. Penampilannya di dua pekan mode Paris yang terakhir menandai pergeseran budaya penting untuk semua gender, termasuk untuk Krow sendiri. Setelah bertahun-tahun bergumul dengan identitasnya, semua kini tampak lebih jelas.

Kian Krow model transgender

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Model pria transgender masih jarang, setidaknya hingga Krow datang.

Krow ingat benar momen dirinya melangkahkan kaki di atas catwalk untuk Vuitton, runway pertamanya setelah transisi menjadi pria: "Perasaan yang luar biasa. Energi dan kekuatan yang saya rasakan dari penonton… sungguh tak bisa dipercaya."

Pagelaran ini juga menjadi adegan pamungkas di film dokumenter tentang dirinya, Krow's Transformation. Film berdurasi 90 menit ini tayang perdana di London's Raindance Film Festival pada September.

Selama tiga tahun, sutradara Gina Hole Lazarowich mengikuti proses transisi Krow, berbincang dengan Krow dan ibunya, sahabatnya Ashton, dan sejumlah orang lain untuk menciptakan film mengharukan yang disebut Lazarowich sebagai panduan "cara bertransisi" untuk anak-anak muda.

Setelah ditemukan oleh pencari bakat di sebuah pesta ulang tahun, Krow menjajaki dunia modeling sebagai perempuan di usia 12 tahun.

Keputusan ini, bagi Krow yang tomboi sejak kecil, adalah keputusan yang berat. Tapi juga menjadi jawaban tajam terhadap perundungan teman-teman sekolah yang menyebut dirinya 'emo', 'gothic', dan ejekan-ejekan lain. Ini, kemudian juga menjadi cara Krow mengeksplorasi sisi kewanitaannya, gender kelahirannya.

"Modeling menjadi cara saya memahami bagaimana berlaku seperti perempuan," kata Krow kepada Vogue. "Saya belajar menampilkan diri, bagaimana cara berpakaian, bagaimana cara bersolek." Namun ini ternyata tidak cukup.

Krow Kian model transgender

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kehadiran Krow di dua Paris Fashion Week terakhir menandakan adanya pergeseran gender.

Adalah cosplay - acara di mana para peserta diharuskan berdandan sebagai karakter budaya pop - yang menyelamatkannya.

"Cosplay adalah tempat saya pertama kali bertemu dengan istilah 'transgender'. Saya bisa berdandan seperti pria, dan sebagai salah satu karakter ini, saya bisa merasakan seperti apa bila saya tampil dan berbicara sebagai pria."

"Saya merasakan kebebasan untuk bermain-main dengan gender saya, menemukan apa yang saya suka dan tak suka. Sangat menyenangkan bisa mengeksplor hal-hal berbeda dalam diri Anda, tanpa penghakiman."

Karakter favoritnya adalah Prompto Argentum dari Final Fantasy XV, seorang pemuda yang selalu tampil ceria namun menyimpan ketakutan bila teman-temannya mengetahui rahasia: bahwa dia adalah hasil kloning militer yang menolak menjalani kehidupan yang telah didesain untuknya.

Persamaan karakter ini dengan Krow tidak bisa dimungkiri: "Dia sosok yang sangat ceria, selalu bahagia," ujar Krow. "Dia menyimpan banyak luka dari masa lalunya, tapi dia selalu mencoba tertawa dan tersenyum dan bercanda dan membuat orang lain senang."

Pekerjaan yang dilakoninya untuk Vuitton terasa seperti nasib mujur saja. Saat menghadiri audisi di Paris, Krow mendapati dirinya berada di ruangan penuh dengan model perempuan dan mengira dirinya telah salah datang. Namun tak lama berselang, ia dinyatakan lolos.

"Saya pikir, sebagai model pria saya hanya akan mendapatkan porsi sedikit," ujarnya tertawa. "Menjadi model pria untuk pertama kalinya buat Louis Vuitton adalah standar yang sangat tinggi."

Mendobrak batasan-batasan

Sejak itu, Krow bekerja dengan "merek-merek high-end dan majalah fesyen keren di seluruh dunia. Dia menjadi model Haider Ackermann, Balmain, Proenza Schouler, Alexander McQueen - dan Vuitton lagi, tentu saja - dan mengisi sampul untuk Dazed, VogueUkraina dan GQ Espana.

Dia juga pria trans pertama yang muncul di sampul majalah L'Uomo Vogue dalam 50 tahun. Dan dia masih berjalan di pagelaran busana wanita: "Saya ingin mendobrak batasan-batasan gender. Saya ingin membantu orang-orang menyadari, bahwa mereka bisa mengenakan apapun yang mereka mau, tanpa peduli gender."

Hunter Schafer model transgender

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Perempuan transgender, termasuk Hunter Schafer sudah mulai muncul di catwalk dan iklan fashion sejak 2010.

Mengapa pria trans lebih tak terlihat di budaya mainstream? "Saya hanya bisa berbicara dari pengalaman," ujar Krow. "Mungkin ini ada hubungannya dengan penghakiman yang lebih besar terhadap pria trans, terutama dari pria-pria lain, tentang betapa seorang pria trans tidak cukup 'jantan'.

"Saat ini situasinya sudah membaik, tapi masih ada ketakutan - bukan hanya karena penghakiman. Kekerasan fisik bisa terjadi bila Anda berada di tempat dan waktu yang salah."

Menurut laporan lembaga Amerika Serikat, National Center for Transgender Equality, satu dari empat transgender pernah mengalami kekerasan fisik karena identitas mereka.

Ini adalah sesuatu yang kerap dilupakan oleh mereka yang berada di luar komunitas trans: bahwa transgender menghadapi prasangka yang mendalam.

"Masih ada negara-negara di dunia yang pemerintahnya tidak mengakui orang-orang trans, dan bahwa mereka juga memiliki hak yang sama, karena mereka juga manusia. Masalah ini masih menjadi perjuangan di seluruh dunia."

poster film dokumenter Krow's Transformation

Sumber gambar, Kredit: Raindance Film Festival

Keterangan gambar, Film dokumenter Krow's Transformation adalah rekaman yang 'menyentuh' dan menggambarkan dengan lembut transisi Krow dari perempuan menjadi pria trans.

Sementara itu, dunia fesyen sangat antusias terhadap Krow. "Mempekerjakan Krow meyakinkan saya bahwa fesyen bisa membawa perubahan, menuju standar baru persamaan gender," kata Nicolas Ghesquière, direktur artistik koleksi perempuan di Vuitton.

"Kita menuju pola pikir baru, di mana pendapat dibuat berdasarkan penampilan seseorang dan bukan karena gender mereka. Krow… adalah harapan baru untuk semua generasi. Keberaniannya dan kekuatannya memaksa kita melihat kembali cara pandang kuno akan seni berpakaian: setelan, gaun, pria, wanita."

Semua yang ada dalam diri Krow saat ini adalah panutan yang tidak pernah didapatnya sewaktu kecil.

"Saat beranjak dewasa, tidak ada seorangpun yang bisa saya anggap sebagai panutan," ujarnya. "Jadi, ya, saya mencoba menjadi orang yang saya harap saya miliki saat masih kecil dulu, sehingga generasi mendatang bisa melihat saya sebagai contoh."

Film dokumenter ini adalah sebuah kisah bahagia, sebuah cerita yang sangat dibutuhkan di masa-masa sulit ini. "Film ini adalah potret jujur dari apa yang dialaminya," kata Lazarowich.

Krow Kian model transgender

Sumber gambar, Kredit: Raindance Film Festival

Keterangan gambar, "Saya ingin mendobrak semua batasan," kata Krow.

"Setelah melewati fase kegelisahan, saya melihatnya bertambah bahagia setiap harinya. Ada begitu banyak hal-hal negatif, dan saya berpikir, kenapa kita tidak memperlihatkan hal-hal positif kepada anak-anak kita? Karena begitulah Krow bertumbuh. Dia menjadi dirinya sendiri."

Di penghujung film, dalam wawancara yang diambil setelah show Vuitton berakhir, Krow berkata:

"Yang ingin saya katakan kepada komunitas transgender adalah, tidak masalah Anda laki-laki atau perempuan. Anda bisa bertransisi, Anda bisa berada di antaranya, dan Anda masih bisa bahagia. Anda bisa mewujudkan impian Anda. Teruslah mencoba, jangan menyerah. Dan Anda bisa berada di sini, melakukan ini, melakukan apapun yang Anda inginkan."

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris dengan judul The transgender model breaking boundaries pada laman BBC Future.