Warga Australia yang telanjang di GP Malaysia dibebaskan

Sumber gambar, Getty Images
Sembilan pria Australia yang melepaskan baju mereka dalam balap Formula 1 di Sepang akhir pekan lalu dibebaskan dengan peringatan oleh pengadilan Malaysia pada Kamis (06/10).
Pertimbangan Hakim, Harith Sham Mohamed Yasin, untuk membebaskan adalah usia mereka yang tergolong masih muda, yaitu antara 25 hingga 29 tahun.
Hakim juga mempertimbangkan fakta bahwa mereka telah ditahan selama empat hari, menyesali perbuatannya, dan ketidaktahuan mereka tentang kepekaan budaya setempat.
- <link type="page"><caption> Telanjang di ajang Grand Prix Malaysia, sembilan pria Australia ditangkap</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/10/161004_majalah_grand_prix_bugil" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pejabat Malaysia salahkan 'turis telanjang' penyebab gempa bumi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/search/?q=malaysia%20telanjang" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Turis telanjang di Kinabalu mengaku bertindak 'bodoh'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150611_majalah_telanjang_kinabalu" platform="highweb"/></link>
Namun hakim menegaskan tindakan mereka 'sama sekali tidak pantas' dan telah 'memprovokasi kepekaan rakyat Malaysia'.
Salah seorang adalah Jack Walker, asisten Menteri Industri Pertahanan Australia Christopher Pyne.
Sementara pria lainnya, Thomas Whitworth, pingsan dalam sidang dan harus diberi air minum.

Sumber gambar, AP
Dalam balap Formula 1 di Sepang, Malaysia, pada hari Minggu (02/10), mereka ditahan setelah melepaskan seluruh baju dan hanya mengenakan celana berenang bercorak bendera Malaysia atau dikenal dengan nama Jalur Gemilang.
Disebutkan aksi mereka adalah untuk merayakan kemenangan pembalap Australia Daniel Ricciardo.
Tindakan mereka sontak menimbulkan kontroversi dan sebagian kalangan bahkan menyerukan agar mereka dihukum penjara.
Tahun lalu muncul kasus serupa ketika empat turis mancanegara berpose telanjang di puncak Gunung Kinabalu, Negara Bagian Sabah.









