Komite etik FIFA akan selidiki mantan pejabat sepak bola Jerman

Helmut Sandrock

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Helmut Sandrock adalah nama baru yang masuk dalam penyelidikan komite etik FIFA.

Komite etik FIFA akan menyelediki mantan pejabat sepak bola Jerman Helmut Sandrock sesudah sebuah laporan mengabarkan ia melanggar kode etik saat proses tender tuan rumah Piala Dunia 2006 di Jerman.

Laporan ini merekomendasikan agar Sandrock, yang mundur dari posisi sekjen Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) bulan Februari lalu, didenda dan harus melakukan kerja sosial.

  • <link type="page"><caption> Franz Beckenbauer diperiksa kejaksaan Swiss terkait korupsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/09/160901_olahraga_beckenbauer_diperiksa" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Bekas presiden asosiasi sepakbola Jerman terancam sanksi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/05/160520_olahraga_jerman_fifa" platform="highweb"/></link>

FIFA telah melakukan penyelidikan terhadap Sandrock dan lima orang lain sejak Maret lalu terkait pemilihan Jerman sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006.

Pekan lalu, pihak berwenang Swiss telah membuka penyelidikan pidana terhadap kasus ini.

Mantan presiden DFB Wolfgang Niersbach dan legenda sepak bola Jerman Franz Beckenbauer termasuk yang disebut dalam penyelidikan terkait penipuan, penyahgunaan wewenang, dan pencucian uang.

Razia

Franz Beckenbauer

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Penyelidikan terhadap legenda Jerman, Franz Beckenbauer, dilakukan oleh kejaksaan Swiss.

Sandrock tidak termasuk dalam nama yang ada di daftar penyelidik Swiss itu.

Meski demikian, dalam laporan komite etik disebutkan Sandrock telah melanggar aturan umum mengenai perilaku, kesetiaan dan kewajiban pengungkapan informasi, kesediaan bekerja sama dan memberi laporan.

Bulan November lalu, kantor pajak melakukan razia terhadap kantor DFB sesudah muncul laporan lembaga ini melakukan pembayaran rahasia sebesar 6,7 juta euro kepada FIFA tahun 2005.

Audit internal yang dilakukan DFB tidak menemukan jejak uang tersebut dalam dokumen pajak DFB.

DFB sendiri menolak tuduhan tersebut.

Surat kabar Jerman Der Spiegel menyatakan uang itu digunakan untuk membeli suara dalam proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2006.