Bekas presiden asosiasi sepakbola Jerman terancam sanksi

Sumber gambar, Reuters
Bekas presiden asosiasi sepakbola Jerman, Wolfgang Niersbach, terancam dijatuhi sanksi dua tahun dilarang terlibat dalam kegiatan yang berhubungan dengan sepakbola.
Komite etika independen FIFA merekomendasikan agar Niersbach dijatuhi hukuman akibat pelanggaran kode etik.
Bulan Desember lalu pria berumur 66 tahun ini mengundurkan diri dari posisinya sebagai presiden asosiasi sepakbola Jerman karena adanya tuduhan penyuapan.
- <link type="page"><caption> Legenda sepak bola Franz Beckenbauer diselidiki</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/03/160322_olahraga_jerman_fifa.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Jaksa terima bukti dalam kasus presiden FIFA Sepp Blatter</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/01/160129_olahraga_seppblatter.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Komite independen dibentuk untuk proyek PD 2022 di Qatar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/04/160422_olahraga_fifa_qatar.shtml" platform="highweb"/></link>
Ia dituduh terlibat dalam suap sebesar £4,9juta (sekitar Rp97 miliar) kepada FIFA untuk membeli suara agar memilih Jerman sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006.
Pembayaran itu menyebabkan pihak berwenang Jerman membuka penyelidikan penghindaran pajak, tetapi Niersbach selalu menyatakan ia bekerja dengan 'bersih, dan benar'.
Bulan Maret tahun ini FIFA memulai penyelidikan mengenai peran Niersbach dan lima orang lainnya, <link type="page"><caption> termasuk legenda Jerman Franz Beckenbauer,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/03/160322_olahraga_jerman_fifa.shtml" platform="highweb"/></link> dalam upaya Jerman menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006.
Ditambahkan bahwa yang terpilih menjadi komite eksekutif FIFA dan UEFA tahun lalu, diselidiki guna memeriksa 'kemungkinan adanya pelanggaran kode etik FIFA'.
Sedangkan Beckenbauer dan tiga orang lainnya diperiksa untuk 'kemungkinan adanya pembayaran dan kontrak guna meraih keuntungan dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2006'.
Komite etik FIFA juga merekomendasikan agar Niersbach didenda sebesar £20.000 atau sekitar Rp398 juta.









