'Pemain besar' dalam kesepakatan Rusia untuk PD 2018

Sepp Blatter

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sepp Blatter -yang sedang diskors selama 90 hari karena dugaan korupsi.

Kesepakatan untuk menunjuk Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 melibatkan 'pemain besar' di FIFA, menurut juru bicara Presiden FIFA, Sepp Blatter.

Klaus Stohlker mengatakan ada 'pembicaraan di balik layar' yang melibatkan para anggota Komite Eksekutif FIFA.

<link type="page"><caption> Sepp Blatter -yang sedang diskors selama 90 hari</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151008_olahraga_fifa_skors" platform="highweb"/></link> karena dugaan korupsi- sebelumnya mengatakan <link type="page"><caption> ada kesepakatan untuk memberi Piala Dunia 2018 kepada Rusia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151028_olahraga_blatter_rusia" platform="highweb"/></link> dan Piala Dunia 2022 untuk Amerika Serikat.

Namun belakangan Qatar yang terpilih sebagai tuan rumah PD 2022.

"Sebelum keputusan diambil, dalam kasus Rusia dan Amerika Serikat, ada pembicaraan di balik layar," jelas Stohlker, yang menjadi juru bicara pribadi Blatter selama masa skorsnya.

Sochi, Russia

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Salah satu stadion yang dibangun di Sochi untuk Piala Dunia 2018 di Rusia.

"Tidak semuanya dari Komite Eksekutif FIFA, tapi para pemain besar yang melakukan pembicaraan."

Proses pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 sedang diselidiki oleh pihak berwenang Swiss. Langkah itu ditempuh setelah <link type="page"><caption> Kejaksaan Agung Amerika Serikat melakukan penangkapan dan mendakwa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/09/150914_olahraga_korupsi_fifa" platform="highweb"/></link> beberapa pemimpin eksekutif FIFA dan mantan pengurus.

Selain Blatter -yang berusia 79 tahun- Ketua UEFA Michel Pladiti, 60 tahun, juga sedang diskors selama 90 hari dan keduanya menegaskan tidak bersalah.

Blatter sudah menyatakan akan mengundurkan diri dan pemilihan presiden baru FIFA digelar pada Februari 2016, dengan diikuti tujuh calon.