Platini tegaskan tetap ingin memimpin FIFA

Michel Platini

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Michel Platini disebut-sebut calon kuat untuk menggantikan Sepp Blatter.

Michel Platini menegaskan tetap ingin menjadi penerus Sepp Blatter sebagai presiden FIFA walau sedang menghadapi sanksi 90 hari, sejalan dengan berlangsungnya pemeriksaan atas dugaan koprupsi.

<link type="page"><caption> Ketua otoritas sepakbola Eropa, UEFA, itu sementara dilarang berkegiatan dalam sepak bola</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151008_olahraga_fifa_skors" platform="highweb"/></link> terkait laporan yang menyebutkan dia menerima pembayaran £1,35 juta dari Blatter tahun 2011.

Namun kepada koran terkenal Prancis, Le Monde edisi Senin (19/10), dia menegaskan tidak melakukan kesalahan dan tetap ingin mencalonkan diri dalam pemilihan presiden FIFA, Februari 2016.

"Amat memalukan terseret ke dalam lumpur seperti ini," jelasnya.

"Saya diskors selama tiga bulan namun yang paling mengganggu saja saya adalah terseret sama dengan yang lainnya."

Dia menambahkan penasehatnya mengikuti proses yang sedang dijalani FIFA dan siap membawahnya ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga jika memang diperlukan.

Platini disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Blatter, yang Juni lalu mengumumkan akan mundur dari jabatan presiden FIFA.

<link type="page"><caption> Mantap kaptem timnas Prancis ini yakin masih belum kehilangan dukungan akibat skandal ini,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151015_olahraga_platini_uefa" platform="highweb"/></link> "Orang yang mengenal saya tahu bahwa saya bisa melihat diri saya sendiri di cermin."

Pernyataan UEFA pekan lalu menyebutkan mereka mendukung hak Michel Platini untuk menjalani proses yang sepatutnya dan adil serta kesempatan membersihkan namanya.