Masa depan Platini dibahas UEFA

Sumber gambar, Getty
Komite eksekutif Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) menggelar pertemuan di Swiss untuk membahas masa depan presidennya, Michel Platini.
Pertemuan darurat di markas UEFA diharapkan akan memberikan indikasi tentang besarnya dukungan yang mungkin akan disalurkan kepada Platini dalam usahanya untuk menjadi presiden Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) menggantikan Sepp Blatter.
Platini sendiri tidak diizinkan hadir dalam pertemun darurat UEFA hari Kamis ini (15/10).
Sebelumnya ia disebut-sebut sebagai calon kuat presiden FIFA sampai pekan lalu ketika <link type="page"><caption> ia diskors selama 90 hari </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151008_olahraga_fifa_skors" platform="highweb"/></link>dalam kapasitasnya sebagai wakil presiden FIFA. Yang juga dikenai skors adalah presiden FIFA Sepp Blatter.

Sumber gambar, afp getty
Skors diberlakukan terkait tuduhan bahwa Platini menerima pembayaran sekitar US$2 juta dari Blatter tahun 2011 untuk jasa konsultasi yang dilakukan setahun sebelumnya.
Meskipun komite eksekutif UEFA mendukung Platini, seorang anggota eksekutif Allan Hansen mengatakan kepada BBC persoalan itu mengecewakan dan memunculkan berbagai pertanyaan.
Baik Platini maupun Blatter menegaskan mereka tidak melanggar peraturan.
Sementara itu Pangeran Ali bin Ali Hussein dari Yordania mengumumkan ia secara resmi akan mencalonkan diri sebagai presiden FIFA.









