FIFA didesak tak menunda pemilihan ketua

Pangeran Ali

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pangeran Ali memperingatkan FIFA untuk tak lagi menunda pemilihan presiden baru menggantikan Sepp Blatter.

Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) diminta tidak menunda pemilihan presiden yang rencananya diselenggarakan pada Februari 2016.

"FIFA tengah dililit krisis besar, organisasi ini perlu segera memilih pemimpin baru," kata Pangeran Ali bin al-Hussein, salah satu kandidat presiden FIFA.

Menurut Pangeran Ali, menunda pemilihan presiden hanya akan memperburuk gangguan terhadap roda organisasi.

"Saya akan bongkar kepada dunia bahwa FIFA tak mengambil pelajaran dan bahwa kesepakatan-kesepakatan di balik layar terus saja berlangsung," katanya.

FIFA akan menggelar pemilihan setelah presiden saat ini, Sepp Blatter, meletakkan jabatan menyusul pengungkapan kasus-kasus dugaan korupsi di organisasi tersebut.

Para pejabat senior FIFA sudah menetapkan Februari sebagai waktu pencoblosan namun dengan <link type="page"><caption> keputusan skors 90 hari terhadap Blatter</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151009_olahraga_blatter_banding.shtml" platform="highweb"/></link> dan presiden UEFA yang juga wakil presiden FIFA Michel Platini, muncul wacana agar pemilihan pada awal tahun depan ini ditunda.

Yang juga diskors adalah Sekjen FIFA, Jerome Valcke.

Blatter dan Platini mengajukan banding atas sanksi FIFA dan ketiganya menyatakan tak melanggar aturan.

FIFA untuk sementara dipimpin oleh presiden konfederasi sepak bola Afrika, Issa Hayatou.