Jerome Champagne ingin menjadi presiden FIFA

Jerome Champagne

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Jerome Champagne berjanji akan menerbitkan gaji dan tunjangan pengurus FIFA.

Menjelang penutupan pendaftaran calon presiden Badan Sepak Bola Dunia (FIFA), mantan wakil sekjen Jerome Champagne mengumumkan niat untuk mencalonkan diri.

Pria Prancis itu mengaku sudah mengantongi lima dukungan sebagai persyaratan dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan akan digelar pada Februari 2016.

Ia berjanji akan membeberkan rincian gaji dan tunjangan yang diterima para eksekutif badan tertinggi yang mengurus sepak bola tersebut, jika ia dipilih.

Champagne berusaha maju dalam pemilihan Mei lalu untuk melawan presiden sekarang, Sebb Blatter, tetap gagal mengumpulkan dukungan.

Pemberian skors kepada Blatter dan presiden UEFA, Michel Platini, di tengah penyelidikan tentang pembayaran uang sebesar US$2 juta mendorong Champagne mencalonkan diri lagi.

Sebelum skors itu, Platini disebut sebagai calon kuat menggantikan Blatter di FIFA. Namun ia dijatuhi skors selama 90 hari terkait tuduhan bahwa ia menerima pembayaran dari Blatter tahun 2011 untuk jasa konsultasi yang dilakukan setahun sebelumnya.

Sosok-sosok lain yang juga mencalonkan diri adalah <link type="page"><caption> Pangeran Ali bin al-Hussein</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151014_olahraga_fifa_pemilihan" platform="highweb"/></link> dari Yordania, mantan pemain Trinidad dan Tobago, David Nakhid dan presiden Konfederasi Sepak Bola Asia, <link type="page"><caption> Salman bin Ebrahim Al Khalifa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151020_olahraga_fifa" platform="highweb"/></link>.