Penyelidik FIFA mempertanyakan laporan

Michael J Garcia dan Hans-Joachim Eckert

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Michael Garcia (kiri) yang melakukan penyelidikan dan Hans-Joachim Eckert (kanan) menyusun laporan.

Laporan FIFA tentang dugaan korupsi dalam proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia dipertanyakan oleh penyidiknya.

Michael Garcia, yang melakukan penyelidikan selama dua tahun- mengatakan laporan itu 'terdiri dari sejumlah materi yang tidak utuh dan mencerminkan kekeliruan'.

<link type="page"><caption> Laporan itu menyatakan Qatar dan Rusia tidak bersalah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/11/141112_sport_qatar_fifa" platform="highweb"/></link> dalam dugaan korupsi terkait dengan terpilihnya mereka sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dan 2018.

Disebutkan juga bahwa asosiasi sepak bola Inggris, <link type="page"><caption> FA, merusak citra FIFA</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/11/141113_fifa_inggris" platform="highweb"/></link> dan merendahkan peraturan pencalonan Piala Dunia.

Namun pernyataan Garcia, yang dikeluarkan tak sampai empat jam setelah laporan itu diumumkan, membuka kembali perdebatan tentang pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Laporan disusun oleh Hans-Joachim Eckert, seorang hakim Jerman yang merupakan anggota Komite Etik FIFA- dengan didasarkan pada penyelidikan Garcia, mantan jaksa Amerika Serikat.

Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani menerima lambang tuan rumah Piala Dunia 2022.

FIFA berharap dengan keluarnya laporan Eckert maka kontroversi akan selesai namun kini muncul seruan agar Garcia juga menerbitkan laporannya, yang tebalnya mencapai ratusan halaman.

<link type="page"><caption> Qatar berulang kali membantah tuduhan bahwa mereka 'membeli' suara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2011/05/110523_qatarfifa" platform="highweb"/></link> untuk terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Sebelum munculnya laporan ini, Inggris mendesak agar proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia dilakukan secara transparan dan menuduh <link type="page"><caption> FIFA tidak cukup bertindak untuk memberantas korupsi.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/09/140922_piala_dunia_pidana" platform="highweb"/></link>