FA Inggris dituding merusak citra FIFA

Sumber gambar, FA
Asosiasi sepak bola Inggris, FA, dituduh merusak citra FIFA dan merendahkan peraturan pencalonan Piala Dunia dalam upaya menjadi tuan rumah 2018.
Sebuah laporan FIFA menyebutkan FA bertindak tidak tepat ketika berupaya untuk mendapatkan dukungan dari pihak yang berpengaruh
<link type="page"><caption> Sementara Qatar dinyatakan bersih</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/11/141112_sport_qatar_fifa" platform="highweb"/></link> dari tuduhan melakukan kesalahan terkait kemenangan dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022, sehingga menutup kemungkinan pemilihan ulang.
Qatar sempat dituduh 'membeli' suara dalam pemungutan suara namun <link type="page"><caption> negara Teluk itu berulang kali pula membantahnya.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2011/05/110523_qatarfifa" platform="highweb"/></link>
Berita yang menyudutkan FA ini muncul setelah Inggris mendesak agar proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia dilakukan secara transparan dan menuduh <link type="page"><caption> FIFA tidak cukup bertindak untuk memberantas korupsi.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/09/140922_piala_dunia_pidana" platform="highweb"/></link>
Laporan terbaru FIFA antara lain menuduh FA 'menjilat' mantan Wakil Presiden FIFA, Jack Warner, yang mundur pada tahun 2011 terkait tuduhan korupsi.
Para individu yang terlibat dalam pencalonan Inggris kini akan menghadapi tindakan menyusul laporan yang menyimpulkan penyelidikan selama dua tahun belakangan.

Sumber gambar, PA
Disebutkan bahwa dalam upaya mendapat dukungan Jack Warner -yang berasal dari Trinidad dan Tobago- dengan menawarkan 'seseorang yang memiliki kepentingan' dengan dia untuk mendapat kerja paruh waktu di Inggris.
Selain itu Inggris juga menjanjikan tim di bawah 20 tahun dari Trinidad dan Tobago berlatih di Inggris pada musim panas 2009 serta menggelar jamuan makan malam untuk Persatuan Sepak Bola Karibia senilai US$55.000 atau sekitar Rp600 juta.
Rusia yang akhirnya terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, mengalahkan Inggris dan pencalonan bersama Belanda/Belgia serta Spanyol/Portugal.
Hingga berita ini diturunkan masih belum ada tanggapan dari FA terkait laporan ini.









