#TrenSosial: Seruan jangan usir Ahmadiyah dari Bangka

Sumber gambar, Bangka Pos
Seruan untuk tidak mengusir pengikut Ahmadiyah di Bangka muncul di media sosial di tengah ancaman pengusiran oleh sekelompok orang yang menganggap kehadiran mereka meresahkan masyarakat.
Polisi mengamankan para ibu dan anak-anak dari sekeretariat Ahmadiyah di Srimenanti, Sungailiat, demi 'alasan keamanan' Jumat (05/02), sementara Komnas HAM mengirim tim ke Bangka untuk meminta bupati dan <link type="page"><caption> kepolisian menjamin mereka supaya tidak diusir dari rumah mereka.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160205_indonesia_evakuasi_ahmadiyah" platform="highweb"/></link>
Tagar jangan usir Ahmadiyah di Twitter disinggung ratusan kali dengan antara lain akun Savic Ali yang menulis, "Syiah diusir, Ahmadiyah diusir, Gafatar diusir. Dikira founding fathers mendirikan republik ini agar satu kelompok bisa semena-mena?"
Komentar lain dari Akhmad Sahal yang mengatakan, "Pak @jokowi serius anti-terorisme? Kalo iya, mohon stop upaya bupati Bangka mengusir warga Ahmadiyah. Pengusiran ini = terorisme negara."

Sumber gambar, Twitter
Pemerintah Kabupaten Bangka sebelumnya mengeluarkan surat edaran berisi agar komunitas Ahmadiyah kembali ke ajaran Islam atau harus meninggalkan daerah itu.
Surat dikeluarkan setelah muncul penolakan dari sejumlah orang yang menganggap kehadiran kelompok ini meresahkan.
Anggota DPR Maman Imanulhaq yang tergabung dalam Kaukus Pancasila mengatakan upaya pengusiran Ahmadiyah 'oleh seorang pejabat publik ... melanggar konstitusi serta mengusik sisi identitas kebanggan kita, Bhineka Tunggal Ika'.
Menggunakan Islam untuk menyebar permusuhan

Sumber gambar, Bangka Pos
"Kita beraksi agar pengusiran tidak terjadi karena mereka adalah warga negara yang punya hak dan warga harus dilingungi," tambah Maman dengan mengatakan Kaukus Pancasila -kelompok yang digagas anggota DPR dari semua fraksi untuk menegakkan Pancasila- akan bertemu Presiden Joko Widodo.
Komentar lain di Twitter terkait ancaman pengusiran terhadap kelompok ini termasuk dari dewan penasehat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Mustofa Bisri yang menulis, "Islam adalah agama Cinta, Kasihsayang, dan Persaudaraan. Lalu kenapa ada org2 yg menebar kedengkian & kebencian. Dan atas namanya, menyebar permusuhan dan perseteruan?"

Sumber gambar, Twitter
Laporan Bangka Pos menyebutkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bangka Belitung, Sopian, menyatakan penolakan terhadap Ahmadiyah saat tablig akbar usai Salat Jumat, Jumat (5/2/2016) di Masjid Ittihaad Srimenanti.
Para pegiat HAM mengkritik keras tindakan massa dan bupati Kabupaten Bangka yang mengakomodasi massa anti-Ahmadiyah.









