Aktor Ben Stiller mengaku pernah mengidap kanker prostat

Sumber gambar, Getty
Aktor Hollywood Ben Stiller mengungkap bahwa ia pernah mengidap kanker prostat, tetapi kini telah sembuh.
Bintang film Zoolander itu didiagnosis memiliki tumor pada 2014.
Stiller mengatakan, ia ingin berbagi ceritanya dalam rangka mendukung uji kontroversial yang menyelamatkan nyawanya.
- <link type="page"><caption> Kisah penderita kanker yang memilih keliling Amerika ketimbang diobati</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/10/161004_majalah_nenek_keliling_amerika" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mesin kecerdasan buatan Google uji coba deteksi kanker</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/09/160831_majalah_kanker_deepmind" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Ribuan penderita kanker dapat bertahan hidup lebih lama</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160801_majalah_kesehatan_kanker_uk" platform="highweb"/></link>
Dalam sebuah artikel di situs Medium, ia menggambarkan momen ketika mendapat diagnosis, “Seperti Walter White, kecuali bahwa ini saya, dan tak ada yang merekam dengan kamera.”
Walter White ialah tokoh yang didiagnosis dengan kanker lalu beralih profesi dari guru SMA menjadi bandar narkotika dalam serial televisi Breaking Bad.
Stiller menulis, "Saya didiagnosis dengan kanker prostat pada Jumat, 13 Juni 2014. Pada 17 September tahun yang sama, hasil uji menunjukkan bahwa saya bebas kanker.
“Selang tiga bulan itu bagaikan pengalaman gila naik roller coaster yang juga dirasakan 180.000 pria di Amerika setiap.”

Sumber gambar, Getty
Stiller mengaku beruntung karena dokter penyakit dalam (internis) yang menanganinya menyarankan tes yang seharusnya tidak ia ambil.
“Tes PSA (prostate-specific antigen) menyelamatkan nyawa saya. Karena itulah saya membuat tulisan ini.”
Badan kesehatan nasional Inggris National Health Service (NHS) mengatakan, tes PSA kontroversial karena “tak bisa diandalkan” dan “dapat mendeteksi kanker prostat meski tidak ada kanker (hasil positif-palsu)”.
NHS juga mengatakan, kendati dapat mendeteksi kanker prostat agresif yang butuh perawatan, tes PSA juga dapat menemukan kanker yang tumbuh dengan lambat dan mungkin tak akan menimbulkan gejala atau memperpendek usia seseorang.

Sumber gambar, Getty
“Hal terpenting bagi saya: saya cukup beruntung punya seorang internis yang memberi saya apa yang disebut tes PSA ‘dasar’ ketika usia saya 46,” tulis Stiller.
“Jika ia menunggu hingga saya 50 tahun, seperti yang direkomendasikan American Cancer Society, saya tak akan tahu saya punya tumor hingga dua tahun setelah saya dirawat.
“(dan) Jika ia mengikuti pedoman US Preventice Services Task Force, saya mungkin tak akan pernah dites, dan tak akan tahu saya punya kanker sampai terlambat diobati.”
Sang aktor mengatakan tes PSA dikritik karena dapat berujung pada 'perawatan-berlebih' yang tidak perlu, tetapi menurutnya kaum pria setidaknya perlu diberi pilihan sehingga mereka punya peluang untuk dideteksi lebih awal.









