Iklan seorang gadis menjelma menjadi belut ditarik

Iklan di Jepang

Sumber gambar, YOUTUBENEWSSHOW NETWORK

Keterangan gambar, Dalam iklan, gadis ini tampak berenang sebelum berubah menjadi belut.

Sebuah iklan video di Jepang yang menunjukkan seorang gadis berpakaian baju renang menjelma menjadi seekor belut ditarik dari peredaran.

Penarikan dilakukan setelah muncul sejumlah protes karena iklan itu dianggap berbau seksisme dan menyesatkan.

Iklan yang dinarasikan oleh seorang laki-laki itu dibuka dengan gambar gadis mengenakan pakaian renang warna hitam yang berenang di kolam dan meminta narator untuk menyuapinya.

"Saya memutuskan untuk melakukan apa saja demi dia. Saya berikan makanan lezat sampai ia kenyang dan saya pastikan ia bisa tidur nyenyak di malam hari," demikian bunyi sang narator.

  • <link type="page"><caption> Pengguna WhatsApp akan mulai menerima iklan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160825_majalah_whasapp_iklan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Twitter tambahkan fitur iklan baru</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/05/140508_iptek_twitter" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Bermakna 'seksual', iklan Rihanna dilarang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/06/140604_rihannaparfum" platform="highweb"/></link>

Di antara gambar gadis itu, diselipkan pula pemandangan indah kawasan pedesaan Jepang.

Lantas sang gadis mengalami perubahan secara pelan-pelan ketika ia tak mampu memungut sebuah benda karena kedua tangannya licin.

Iklan gadis Jepang
Keterangan gambar, Iklan video dibuat untuk mempromosikan peternakan belut berkelanjutan di Shibushi.

Ia kemudian tampak menyelam ke dalam kolam, menjelma menjadi seekor belut seraya mengatakan "Selamat tinggal" dan ia pun berenang lagi.

Iklan video ditutup dengan kata-kata "Kami membudidayakan belut secara hati-hati."

Menurut pembuatnya, Pemerintah Kota Shibushi, video berdurasi dua menit itu dimaksudkan untuk menekankan komitmen kota terhadap penangkapan belut secara berkelanjutan.

Namun iklan itu mendapat kecaman meluas karena dianggap berbau seksisme dan menyesatkan.

Bukan kali ini saja ada iklan di Jepang yang menyandingkan figur perempuan dengan hewan.

Beberapa bulan lalu, sebuah perusahaan Jepang memproduksi iklan yang membandingkan siswi-siswi SMA dengan sapi yang diberi pakan sebagai sapi potong dan sapi perah.

Salah satu siswi ditonjolkan atas kemampuannya memproduksi susu.