Unilever 'akan gunakan iklan yang tidak terlalu seksis'

Sumber gambar, Unilever
Iklan-iklan yang memperlihatkan perempuan tidak mampu mengatasi godaan cokelat, menjadi budak di dapur dan tertawa cekikikan karena melihat pria tidak akan ada lagi, demikian harapan raksasa produsen barang konsumsi Unilever.
Perusahaan di balik lebih dari 400 merek mulai dari es krim Ben & Jerry's sampai ke sabun Dove ini berjanji akan mencabut stereotip seksis dari iklannya dan mendesak para saingannya untuk melakukan hal yang sama.
- <link type="page"><caption> Iklan Unilever dianggap antihomoseksual</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2013/09/130903_bisnis_iklan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pakistan larang iklan kontrasepsi di TV</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160524_majalah_pakistan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Facebook minta maaf telah melarang iklan orang gemuk</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160524_majalah_iptek_facebook_minta_maaf" platform="highweb"/></link>
Sekitar 40% perempuan tidak merasa menjadi bagian dari citra di iklan tersebut, dikatakannya.
Perusahaan tersebut mengeluarkan dana £6 miliar atau Rp117 triliun untuk membiayai iklannya.
Angka ini membuat Unilever menjadi pemasang iklan kedua terbesar dunia dan pimpinan pemasarannya, Keith Weed, mengatakan kepada BBC hal ini memberikannya tanggung jawab untuk mendesak perubahan "pada tingkat kemasyarakatan yang lebih luas".
Dia mengatakan kampanye Unstereotype adalah hasil dari penelitian selama dua tahun.





