Perempuan Muslim Australia diusir dari pantai Prancis karena burkini

Zeynab Alshelh

Sumber gambar, CHANNEL 7

Keterangan gambar, Zeynab Alshelh mengaku sengaja ke Eropa untuk menunjukkan solidaritas kepada perempuan Muslim di sana.

Seorang perempuan Muslim dari Australia mengaku dipaksa untuk meninggalkan sebuah pantai di Perancis karena mengenakan burkini.

Zeynab Alshelh, seorang mahasiswa kedokteran nerusia 23 tahun mengatakan kepada media Australia, dia sengaja melakukan perjalanan ke Eropa untuk menunjukkan solidaritas kepada perempuan Muslim di sana.

Rekaman yang disiarkan di Channel 7 menunjukkan masyarakat setempat di pantai itu mengatakan mereka akan memanggil polisi jika Alshelh tidak meninggalkan pantai.

Larangan burkini di beberapa kota Riviera Perancis dibatalkan oleh Mahkamah Agung Prancis, pada bulan Agustus.

  • <link type="page"><caption> Antara larangan burkini, bikini dan celana ketat, apa kesamaan dan perbedaannya? </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160826_dunia_prancis_burkini" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pengadilan Prancis menangguhkan larangan penggunaan "Burkini"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160826_dunia_prancis_burkini" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Perempuan Islam berjilbab didenda di pantai Prancis</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160823_dunia_prancis_muslimah" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Berbikini di Lhokseumawe, turis Jerman diperiksa polisi syariat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/04/160414_indonesia_turis_bikini_aceh" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Polisi syariat Aceh razia pakaian ketat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2014/10/141016_aceh_syariat_pakaian" platform="highweb"/></link>

Para walikota setempat yang mengeluarkan peraturan itu beralasan, pakaian renang seluruh tubuh adalah simbol Islam dan berpotensi menjadi sesuatu yang provokatif setelah terjadinya kekejaman teror di Nice, Juli lalu.

Zeynab Alshelh mengatakan dia dan keluarganya pergi ke Perancis untuk mempelajari lebih lanjut tentang situasi dan melihat apakah ada 'yang bisa kami lakukan untuk membantu gadis-gadis di sana untuk hidup normal."