Aksi perampokan bank paling spektakuler di Jerman yang masih jadi misteri

perampokan, bank, jerman

Sumber gambar, Kepolisian Gelsenkirchen

Keterangan gambar, Perampok melubangi dinding dengan menggunakan bor raksasa pada 27 Desember 2025.
Waktu membaca: 6 menit

Perampokan ini digambarkan sebagai perampokan bank paling spektakuler di Jerman dalam beberapa tahun terakhir.

Pada akhir pekan yang tenang setelah Natal, sekelompok orang merampok sebuah bank di jalan utama Kota Gelsenkirchen, Jerman, dengan mengebor dindingnya.

Mereka menjarah lebih dari 3.000 kotak penyimpanan dan membawa kabur jutaan euro.

Lebih dari sebulan kemudian, polisi masih belum meringkus pelakunya.

Para nasabah bank marah, kebingungan, serta syok. Beberapa di antara mereka mengaku kehilangan tabungan seumur hidup, perhiasan, serta barang berharga keluarga.

Peristiwa tersebut juga memunculkan rasa tidak percaya terhadap lembaga-lembaga resmi.

Kasus ini menimbulkan berbagai pertanyaan sulit, antara lain diajukan oleh Herbert Reul, Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Rhine-Westphalia Utara.

Mengapa tidak ada yang menyadari atas apa yang terjadi? Apakah ini pekerjaan orang dalam?

Mengapa tidak ada yang mendengar suara mesin bor, dan bagaimana para pencuri tahu persis di mana brankas itu berada?

Apakah sistem keamanan bank terlalu lemah?

perampokan, bank, jerman

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Polisi meyakini para pencuri memasuki gedung bank melalui tempat parkir mobil di sebelahnya.

Kepolisian di Gelsenkirchen sejauh ini telah meminta masyarakat untuk memberikan kesaksian.

Penyelidik meyakini para pencuri kemungkinan memasuki bangunan Bank Sparkasse di Nienhofstrasse melalui tempat parkir bertingkat yang lokasinya memang berdekatan.

Mereka percaya bahwa pelaku mungkin telah merusak pintu keluar di antara tempat parkir dan bank.

Dalam keadaan normal, pintu tersebut tidak dapat dibuka dari luar, tetapi para pencuri memaksanya agar tetap terbuka.

Aksi inilah yang memungkinkan para pencuri dapat "mengakses gedung Sparkasse dari tempat parkir tanpa ada hambatan."

Dari sanalah, polisi meyakini orang-orang itu melewati beberapa sistem keamanan dan mengakses ruang arsip di sebelah brankas, di ruang bawah tanah bank.

perampokan, bank, jerman

Sumber gambar, Kepolisian Gelsenkirchen

Keterangan gambar, Pemandangan brankas dan lubang yang dibor seperti yang terlihat dari sisi lain dinding bank.

Para pencuri mengebor lubang selebar 40cm di dinding yang mengarah ke brankas bank, tempat kotak penyimpanan.

Perampokan itu terjadi antara Sabtu, 27 Desember, dan Senin, 29 Desember, menurut pihak berwenang. Para pencuri diyakini nyaris tertangkap sesaat sebelum mencapai brankas.

Tak lama setelah pukul 6:00 pagi pada 27 Desember, petugas pemadam kebakaran di Gelsenkirchen dan sebuah perusahaan keamanan swasta menerima peringatan kebakaran dari bank, yang mungkin dipicu oleh aksi kawanan pencuri.

Polisi dan 20 petugas pemadam kebakaran tiba di bank pada pukul 06:15 pagi, "tetapi tidak menemukan tanda-tanda kerusakan," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Alarm kebakaran berasal dari brankas, ungkap Herbert Reul.

perampokan, bank, jerman

Namun, petugas pemadam kebakaran tidak dapat masuk karena brankas tersebut tertutup rapat.

Reul mengatakan mereka tidak melihat "asap, bau api, atau kerusakan," sehingga mereka menyimpulkan itu adalah alarm palsu, yang menurutnya bukanlah hal yang aneh.

Dia memberi tahu komite parlemen negara bagian bahwa polisi tidak berhak menggeledah bank pada saat itu.

Musababnya, bank tersebut berada di bawah yurisdiksi departemen pemadam kebakaran. Untuk menggeledah, mereka membutuhkan perintah pengadilan.

Setelah masuk ke dalam brankas, para pencuri membuka hampir semua dari total 3.250 kotak penyimpanan.

Mereka mengambil uang tunai, emas, serta perhiasan.

perampokan, bank, jerman

Sumber gambar, Kepolisian Gelsenkirchen

Keterangan gambar, Polisi merilis sejumlah foto yang menggambarkan situasi porak-poranda di dalam brankas pada 29 Desember 2025.

Reul menyatakan bahwa sistem komputer bank menunjukkan bahwa kotak penyimpanan pertama kali dibuka paksa pada pukul 10:45 pagi dan terakhir pukul 14:44 pada 27 Desember 2025.

Tidak jelas apakah mereka berhasil membuka sebagian besar kotak dalam waktu empat jam atau apakah teknologi tersebut berhenti merekam data.

Sejumlah saksi kemudian memberi tahu polisi bahwa mereka melihat beberapa pria di tangga garasi parkir membawa tas besar pada 28 Desember malam.

Pihak berwenang tidak mengetahui jumlah pasti yang dicuri, tetapi beberapa media Jerman memperkirakan bahwa para pencuri membawa kabur hingga 100 juta Euro (atau sekitar Rp2 triliun)

Kemudian, polisi merilis foto dan video dari kamera pengawas di tempat parkir yang menunjukkan pria bertopeng dan dua mobil: sebuah Audi RS 6 hitam dan sebuah Mercedes Citan putih. Keduanya menggunakan plat nomor palsu.

Perampokan itu baru terungkap pada 29 Desember, ketika alarm kebakaran lain berbunyi pada Senin pukul 03.58 pagi. Petugas pemadam kebakaran kembali ke bank dan menemukan situasi porak-poranda.

perampokan, bank, jerman

Sumber gambar, Gelsenkirchen police

Keterangan gambar, Rekaman CCTV pada 29 Desember 2025 menunjukkan tiga pria bertopeng dengan dua kendaraan.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Herbert Reul mengatakan tempat itu tampak seperti tempat pembuangan sampah, dengan lebih dari 500.000 barang berserakan di lantai: isi kotak penyimpanan yang ditinggalkan para pencuri.

Polisi menyatakan bahwa banyak barang rusak setelah para pencuri menyiramnya dengan air dan bahan kimia.

Mereka semenjak saat itu memeriksa puing-puing, mencari petunjuk dan mencoba menentukan siapa pemilik setiap barang.

Saat detail perampokan terungkap, sekitar 200 nasabah berkumpul di luar Sparkasse, menuntut untuk diizinkan masuk. Polisi tiba dengan beberapa mobil patroli dan mengamankan pintu masuk.

Joachim Alfred Wagner, 63 tahun, mengatakan dia tidak hanya kehilangan emas senilai puluhan ribu euro, tetapi juga perhiasan milik ayah dan kakek-neneknya.

Dia menyewa kotak penyimpanan setelah beberapa kali terjadi pencurian di apartemennya, dan dia berpikir bahwa barang-barang berharganya akan aman di sana.

"Dan sekarang saya menangis karena marah," ujarnya.

perampokan, bank, jerman

Sumber gambar, Gelsenkirchen police

Keterangan gambar, Salah satu pencuri lainnya terekam oleh CCTV di tempat parkir.

Pihak bank menyatakan bahwa isi kotak penyimpanan biasanya diasuransikan sebesar 10.300 Euro per kotak.

Wagner adalah salah satu orang pertama yang mengajukan gugatan terhadap bank tersebut, menuntut ganti rugi atas apa yang digambarkan oleh pengacaranya, Daniel Kuhlmann, sebagai minimnya pengamanan di bank tersebut.

Warga lainnya telah menyimpan uang tunai sebesar €400.000 dari penjualan sebuah apartemen, yang dimaksudkan untuk masa pensiunnya.

Pihak bank menyatakan bahwa mereka telah menjadi korban kejahatan dan bahwa fasilitas mereka "diamankan dengan teknologi canggih yang sudah diakui".

Walaupun sejumlah nasabah memiliki tanda terima resmi untuk isi kotak penyimpanan mereka, tetapi nasabah lainnya mengaku tidak memilikinya.

"Bahkan Bank Tabungan pun tidak tahu apa yang ada di dalam kotak-kotak itu, karena setiap orang dapat menyimpan apa pun yang mereka inginkan," kata Herbert Reul.

Dia menekankan bahwa dampak psikologis tidak boleh diremehkan.

"Kita perlu membantu para korban," ​​ujarnya.

"Bagi banyak orang, ini melampaui sekadar kehilangan harta benda; ini juga dapat memengaruhi kepercayaan mereka terhadap keselamatan mereka sendiri dan... kepercayaan mereka terhadap hukum dan ketertiban kita," tambahnya.

Kepala Kepolisian Tim Frommeyer mengatakan bahwa ini adalah "salah satu kasus kriminal paling serius dalam sejarah negara bagian Rhine Utara-Westphalia."

"Departemen saya dan semua karyawannya menyadari besarnya kasus ini. Kerugian finansial, ketidakpastian, dan frustrasi sangat mendalam!"

Tak lama setelah perampokan ditemukan, partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) mengadakan demonstrasi di luar bank, yang menyebabkan beberapa pihak menuduh partai tersebut mencoba menghasut kerusuhan.

Majalah Jerman Der Spiegel menyatakan bahwa perampokan tersebut telah menjadi isu politik dan simbol dari sesuatu yang lebih besar daripada kejahatan itu sendiri:

"Perasaan bahwa janji-janji keamanan itu kosong, bahwa lembaga-lembaga gagal dan bahwa, pada akhirnya, tidak ada yang dimintai pertanggungjawaban."