Vincent van Gogh menderita psikosis dalam 18 bulan terakhir

Sumber gambar, Corbis
Para ahli di Amsterdam, Belanda, menyimpulkan bahwa seniman besar Vincent van Gogh menderita psikosis dalam 18 bulan terakhir masa hidupnya.
Namun mereka tidak mencapai kesepakatan tentang diagnosis di balik masalah kejiwaan pelukis tersebut selain menyebutnya sebagai psikosis atau kondisi jiwa tidak normal yang melibatkan 'kehilangan kontak dengan kenyataan.'
Ditambahkan bahwa masalah kejiwaan yang menyebabkan van Gogh memotong telinganya sendiri pada tahun 1888 mungkin disebabkan oleh alkohol atau stres.
- <link type="page"><caption> Van Gogh ternyata memotong 'seluruh telinganya'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160712_majalah_van_gogh" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Misteri di balik kegilaan Van Gogh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2016/08/160816_vert_cul_van_gogh" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, UNIVERSITY OF CALIFORNIA
Dua tahun kemudian, dia meninggal akibat luka tembak, yang diduga merupakan upaya bunuh diri.
Kesimpulan tentang psikosis tersebut diambil oleh para ahli kesehatan dan sejarah seni berdasarkan berbagai bukti, termasuk surat-surat pribadi pelukis pascaimpresionis tersebut.

Sumber gambar, EPA
Sebelumnya pandangan populer menyebutkan dia menderita bipolar disorder, schizophrenia, atau syphilis.
"Satu hal tunggal tidak bisa menjelaskan seluruh gambaran tentang yang terjadi pada Van Gogh," jelas guru besar etika kesehatan, Profesor Arko Oderwald kepada koran The Telegraph.
- <link type="page"><caption> Van Gogh dan keputusan yang mengubah sejarah seni</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/vert_cul/2015/06/150610_vert_cul_vangogh" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pelukis Van Gogh berikan potongan telinganya kepada anak petani</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160721_majalah_seni_telinga_van_gogh" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, w
Louis van Tilborgh, guru besar sejarah seni di Amsterdam, menuturkan kepada koran New York Times, bahwa beberapa perdebatan tentang van Gogh berlangsung 'sengit'.
Bulan Juli, sebuah riset mengungkapkan bahwa dia memotong seluruh telinganya dan bukan hanya sebagian saja.
Pada bulan itu juga, majalah The Art Newspaper menyebut nama Gabrielle Berlatier -putri seorang petani- yang mendapat potongan kuping tersebut dari van Gogh.









