Perempuan korban ISIS ditunjuk sebagai duta besar PBB

Nadia Murad

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Nadia Murad, korban perkosaan ISIS, diangkat menjadi Duta Besar PBB.

Nadia Murad sempat menjadi korban dalam kasus perdagangan manusia dan pemerkosaan berkelompok yang dilakukan oleh militan yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS.

Namun dia kemudian berhasil menyelamatkan diri dan kini ditunjuk sebagai duta besar PBB.

Perempuan dari komunitas Yazidi tersebut -yang juga masuk dalam nominasi Penghargaan Nobel Perdamaian- akan menjadi Duta Besar untuk Penghormatan Penyintas Perdagangan Manusia, yang berada di bawah Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC).

"Penunjukkan Murad menandai pertama kalinya seorang penyintas kejahatan diberikan penghargaan ini," kata PBB.

  • <link type="page"><caption> Lahan kuburan massal korban ISIS ditemukan di Irak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/04/150407_tikrit_kuburan_massal" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ditemukan lebih dari 50 kuburan masal terduga korban ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160507_dunia_kuburan_masal_korban_isis" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Janda korban ISIS ingin 'Jihadi John' ditangkap dalam keadaan hidup</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160507_dunia_kuburan_masal_korban_isis" platform="highweb"/></link>

Murad disandera di Irak pada 2014 dan enam dari saudara laki-lakinya dibunuh.

Nadia Murad

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Nadia Murad (tengah) aktif berkampanye untuk mengakhiri perdagangan manusia.

Perempuan berusia 23 tahun ini mengatakan kepada BBC bahwa dia juga mengalami kekerasan seksual dan fisik.

"Di bawah kekuasaan mereka, wanita yang ditangkap menjadi sasaran jika ketahuan mencoba melarikan diri. Dia dimasukkan ke dalam sel penjara dan diperkosa oleh semua pria yang ada di kamp. Saya diperkosa berkelompok."

Dia mengatakan sempat diperjual-belikan berulang kali oleh kelompok militan tersebut sebelum berhasil melarikan diri.

Sejak berhasil melarikan diri, dia memberikan advokasi untuk mengakhiri perdagangan manusia.

"Tugas Murad sebagai duta besar PBB akan fokus pada inisiatif advokasi dan meningkatkan kesadaran atas situasi buruk yang dialami oleh korban-korban yang jumlahnya tak terhitung, khususnya para pengungsi, kaum wanita, dan anak-anak perempuan," kata PBB.

Upacara pelantikannya di PBB akan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon, Duta Besar AS Samantha Power, dan pengacara Murad, Amal Clooney.