ISIS dituduh ingin memusnahkan komunitas Yazidi

Komunitas Yazidi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Yazidi bukan pemeluk Islam dan juga bukan etnik Arab dengan keyakinan tradisional sendiri.

Komisi penyidik hak asasi manusia PBB untuk pertama kali menuduh kelompok militan Negara Islam atau ISIS melakukan pembunuhan massal atas komunitas Yazidi di Irak dan Suriah.

ISIS dituduh berupaya memusnahkan komunitas Yazidi dengan membunuh para prianya, memperbudak perempuan dan anak-anak, serta melarang keyakinan tradisionalnya.

"Pembunuhan massal terjadi dan terus berlangsung," tegas Paulo Pinheiro, Kepala Komisi Penyidik PBB untuk Suriah, Kamis 16 Juni.

  • <link type="page"><caption> Ditemukan lebih dari 50 kuburan masal terduga korban ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160507_dunia_kuburan_masal_korban_isis" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Menlu AS: ISIS lakukan genosida di Irak dan Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160317_dunia_isis_genosida" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> ISIS membebaskan penganut Yazidi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/04/150408_irak_isis_yazidi" platform="highweb"/></link>

Paulo menambahkan ISIS melakukan kekerasan yang mengerikan atas semua perempuan, anak-anak, maupun pria Yazidi yang mereka tangkap.

Komunitas Yazidi

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Komunitas internasional juga didesak agar lebih banyak membantu komunitas Yazidi.

Komisi menyarankan agar kasus ini diajukan keapda Mahkamah Kejahatan Internasional.

Para penyidik mengaku memiliki informasi yang rinci tentang tempat, bentuk kekerasan, dan nama dari para pelakunya.

Perempuan Yazidi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Berbahasa Kurdi, kelompok minoritas ini sebagian besar tinggal di Pegunungan Sinjar.

Komunitas internasional juga didesak agar lebih banyak membantu komunitas Yazidi, yang pertama kali diserbu ISIS pada tahun 2014.

Yazidi bukan pemeluk Islam dan bukan etnik Arab dengan keyakinan tradisional sendiri, yang dianggap hina oleh para milisi ISIS.

Kelompok minoritas ini berbahasa Kurdi dan sebagian besar tinggal di kawasan Pegunungan Sinjar di sebelah Irak utara.