ISIS tembaki warga sipil Fallujah yang mengungsi

Fallujah

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sebagian penduduk kota sudah meninggalkan Fallujah, atau berusaha, dan ditembak. Sekitar 50.000 warga masih terperangkap di kota yang merupakan kubu ISIS itu.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, menembaki warga sipil yang hendak meninggalkan Fallujah, wilayah kekuasaan mereka yang sedang digempur tentara Irak.

Lembaga bantuan Norwegian Refugee Council (NRC) mengatakan, keluarga-keluarga yang mereka wawancarai mengisahkan bagaimana orang-orang ditembak mati oleh ISIS saat mereka menyeberangi Sungai Efrat.

NRC yang mengelola kamp pengungsi di dekat Fallujah mengatakan, hingga 50.000 orang masih tinggal di kota itu.

Sejak akhir bulan lalu tentara Irak melancarkan serangan untuk merebut kembali kota itu.

  • <link type="page"><caption> PBB: ISIS gunakan perisai manusia </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160601_dunia_pbb_isis" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> ISIS balas serang pasukan Irak yang bergerak ke Fallujah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160531_dunia_isis_fallujah" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Digelar 'serangan akhir' untuk rebut Fallujah dari ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160530_dunia_irak_isis" platform="highweb"/></link>

Fallujah terletak hanya 50km barat Baghdad, dan dikuasai oleh ISIS sejak 2014. Fallujah adalah salah satu dari dua kubu yang tersisa ISIS di Irak selain Mosul.

Shakir al-Essawi, kepala dewan regional Fallujah mengatakan kepada Reuters, warga berusaha untuk menyeberangi sungai Efrat didalam lemari es, lemari dan tong.

"Ketakutan terbesar kami sekarang secara tragis dikukuhkan dengan disasarnya warga sipil yang mencoba melarikan diri ke tempat yang aman," kata Nasr Muflahi, Direktur NRC, dalam sebuah pernyataan yang juga menyebutkan bahwa "kelompok-kelompok oposisi bersenjata" berada di balik penembakan.

"Ini adalah hal terburuk yang kita takutkan akan terjadi pada orang-orang yang tidak bersalah, kaum perempuan dan anak-anak yang harus meninggalkan segalanya untuk menyelamatkan hidup mereka."