Janda korban ISIS ingin 'Jihadi John' ditangkap dalam keadaan hidup

Jihadi John

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Sosok militan bertopeng pertama kali muncul dalam berbagai video mengerikan yang diunggah oleh kelompok IS

Janda pekerja kemanusiaan Inggris David Haines, yang tewas dibunuh oleh kelompok militan Negara Islam ISIS yang dikenal dengan nama "Jihad John" ditangkap hidup-hidup, setelah membunuh suaminya.

Dragana Haines mengatakan "hal terakhir" yang dia inginkan untuk orang yang membunuh suaminya, seorang pekerja bantuan Inggris David Haines, adalah "kematian terhormat".

Militan, yang muncul dalam sejumlah video pemenggalan para sandera Barat, diidentifikasi sebagai <link type="page"><caption> Mohammed Emwazi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150227_jihadijohn" platform="highweb"/></link>, seorang warga Inggris kelahiran Kuwait.

Polisi Inggris enggan memberikan komentar, berkaitan dengan penyelidikan yang tengah dilakukan.

Emwazi, yang berusia sekitar 20-an dan sebelumnya dikenali oleh badan intelijen Inggris, pertama kali muncul dalam sebuah video Agustus lalu, ketika dia membunuh wartawan AS James Foley.

Dia kemudian diduga muncul dalam video pemenggalan pekerja kemanusiaan Inggris David Haines, wartawan AS Steven Sotloff, sopir taksi Inggris Alan Henning, dan pekerja bantuan Amerika Abdul-Rahman Kassig, yang juga dikenal sebagai Peter.

Istri Haines mengatakan kepada BBC: "Saya berharap dia dapat ditangkap hidup-hidup, dan tidak tewas dengan cara 'terhormat' dengan dibunuh dalam sebuah aksi.

Dia menambahkan : "Saya rasa dia harus mendapatkan hukuman, tetapi bukan dengan cara seperti itu."

Meski demikian anak perempuan Haines, Bethany, menyambut baik kabar dikenalinya pria bertopeng tersebut, dan mengatakan kepada ITV News: "Saya pikir semua keluarga akan merasa lega setelah melihat peluru di antara matanya"

Seorang juru bicara keluarga Steven Sotloff mengatakan: "Kami ingin duduk di ruang sidang, mengawasinya dihukum dan melihat dia dikirim ke penjara yang dijaga dengan super ketat."