'Wajib lapor 1x24 jam' terkait kegiatan seks, pria Inggris kalah di pengadilan

john o'neill

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Kesaksian di sidang menyebut tindakannya mencekik seorang perempuan hingga pingsan dan 'terus berpikir' untuk membunuh perempuan itu.

Seorang pria yang wajib lapor polisi 24 jam sebelum berhubungan seks, kalah dalam pertempuran hukum untuk mengupayakan dicabutnya pembatasan itu.

John O'Neill, dari York, dibebaskan dari dakwaan perkosaan tahun lalu, namun mendapat Sexual Risk Order (SRO) -dianggap berisiko dalam tindakan seksualnya, karena sejumlah pernyataannya terhadap dokter dan perawat pada tahun 2014.

O'Neill berdalih pernyataannya telah disalahpahami, tetapi polisi berpendapat dia menimbulkan risiko kepada masyarakat umum.

Hakim Distrik Adrian Lower mengatakan ketentuan yang 'susah dijalankan' akan diubah.

O'Neill terutama memperjuangkan dicabutnya persyaratan 'tidak proporsional' untuk menyampaikan pemberitahuan sehari sebelum melakukan kontak seksual dengan pasangan baru.

  • <link type="page"><caption> Pria Inggris yang dilarang berhubungan seks menjadi tuna wisma </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/08/160819_majalah_pria_dilarang_seks" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Gambarkan adegan seks 'pemimpin Indonesia,' politikus Australia jatuh </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160422_dunia_australia_novel_seks_politikus" platform="highweb"/></link>

Betapapun, hakim mengatakan bukti-bukti yang disampaikan O'Neill selama sidang membuatnya 'semakin khawatir.'

"Saya melihat dia menjadi individu yang sia-sia, manipulatif dan sok, yang berusaha meyakinkan saya bahwa hitam sebenarnya adalah putih," katanya.

Hakim Lower juga menyebut bahwa O'Neill menampilkan 'perilaku narsis.'

  • <link type="page"><caption> Mencegah kekerasan seksual lewat pendidikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160713_majalah_kurikulum_kespro" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Reaktif atau solutif? Kontroversi kebiri dan hukum mati bagi pelaku kejahatan seksual anak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160526_trensosial_pelecehan_seksual" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> India berencana umumkan nama penjahat seksual</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160428_dunia_india_pemerkosa" platform="highweb"/></link>

Berbicara setelah sidang, O'Neill, yang mewakili dirinya sendiri di pengadilan, mengatakan: "Jelas saya tidak tahu apa yang dulu saya lakukan."

Setelah apa yang dia sebut sebagai 'hari yang sepenuhnya memalukan,' ayah dua anak ini mengatakan, dia berharap perubahan ketentuan mengenainya akan memungkinkannya mencari pekerjaan.

"Saya jadi tunawisma, tidak bisa bekerja, tidak bisa mendapat tunjangan sosial. Dan saya harus kembali ke masyarakat juga."

john o'neill
Keterangan gambar, John O'Neill tinggal dalam tenda di hutan karena tak bisa bekerja dan mendapat tunjangan sosial.

'Seks yang brutal'

O'Neill dibebaskan dari dakwaan pemerkosaan di Pengadilan Teeside Crown, November tahun lalu, tapi setelah juri dibubarkan, hakim menyebutnya 'individu yang sangat berbahaya.'

Polisi Yorkshire Utara (NYP) kemudian menerapkan ketentuan berdasarkan pernyataan yang dilontarkannya kepada para praktisi kesehatan.

Selama sidang Jumat (19/8), dipapar rincian pengakuan praktisi kesehatan, antara lain bahwa ia mencekik seorang perempuan hingga pingsan dan 'terus berpikir' untuk membunuh perempuan itu.

Polisi mengatakan, hakim telah menggambarkan "dengan sangat jelas bahwa O'Neill menimbulkan risiko serangan seksual."

Disebutkan, polisi akan bekerja sama dengan pengadilan untuk 'melindungi masyarakat dari risiko tindakan O'Neill."

Ketentuan baru akan disepakati pada sidang tanggal 22 September.