Pria Inggris yang dilarang berhubungan seks menjadi tuna wisma

john_oneill
Keterangan gambar, John O'neill tak dapat bekerja karena perintah pengadilan membuatnya tak dapat menggunakan alat komunikasi yang dibutuhkan dalam pekerjaan

Seorang pria yang harus memberitahu polisi 24 jam sebelum ia melakukan seks berkata dia tidur di hutan dekat kota York, Inggris.

John O'Neill berkata pembatasan penggunaan alat komunikasi – salah satu syarat terkait Ketentuan Resiko Seksual (Sexual Risk Order/SRO) – telah membatasi kemungkinannya bekerja dan mendapat tunjangan pengangguran.

  • <link type="page"><caption> Mencegah kekerasan seksual lewat pendidikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160713_majalah_kurikulum_kespro" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Reaktif atau solutif? Kontroversi kebiri dan hukum mati bagi pelaku kejahatan seksual anak</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160526_trensosial_pelecehan_seksual" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> India berencana umumkan nama penjahat seksual</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160428_dunia_india_pemerkosa" platform="highweb"/></link>

Persidangan Jumat (19/8) ini akan menentukan apakah perintah sementara ini akan diperpanjang. John O'Neill dibebaskan dari kasus pemerkosaan tahun lalu.

Kepada BBC, John O'Neill, 45 tahun mengatakan bahwa Universal Credit yang menangani tunjangan sosial mengatakan bahwa pembatasan SRO membuatnya tak lagi memenuhi kriteria untuk mendapat tunjangan pengangguran.

Sebabnya, katanya SRO mensyaratkan bahwa segala alat komunikasi, seperti komputer atau telefon, yang digunakannya, harus bisa diakses polisi. Ini membuatnya tak dapat melamar pekerjaan yang mewajibkannya menggunakan komputer atau telepon kantor.

Persyaratan ekstrem

Dia berkata, meski dia siap untuk bekerja kasar, dia diberitahu dia tidak dapat mengklaim tunjangan, yang mensyaratkan bahwa dia harus siap untuk segala macam pekerjaan.

John O'Neill mengkalim dia juga diberi tahu bahwa karena tidak berhak menerima tunjangan, dia juga tidak dapat menerima bantuan hukum.

Dia menuding, persyaratan yang dikenakan padanya 'begitu luas dan ekstrem,' dan sudah 'jauh melampaui pedoman Kementerian Dalam Negeri."

Polisi menetapkan ketentuan ini setelah hakim di sidang pemerkosaan– yang hasilnya membebaskan dirinya – menyebutnya berbahaya.’ Ayah dua anak ini menyangkal tuduhan tersebut dan menganggap polisi salah menginterpretasi kata-kata hakim.

Dia berkata, memang tertarik sado-masokisme dan biasa mengunjungi klub ‘fetish’.

SRO mewajibkan John O'Neill memberitahukan rencana kegiatan seksual ke polisi terlebih dahulu, jika taidak ia dapat dikenakan hukuman lima tahun penjara.

'Tidak ada bantuan hukum’

Dia saat ini tinggal di pinggiran kota York, tidur di tenda.

Dia berkata dia menjadi tuna wisma empat tahun yang lalu, dan awalnya menyangka bahwa ‘semuanya sudah merupakan masa lalu.'

"Cukup untuk hidup, cukup untuk bertahan," katanya tentang hidupnya sekarang, namun menambahkan: "Jelas sekali keadaannya jauh dibawah keadaan yang ideal.”

John O'Neill berkata kepada BBC pada bulan Juli, bahwa dia telah kehilangan kontak dengan anak-anaknya sejak perintah tersebut ditetapkan.

Polisi Yorkshire Utara dalam sebuah pernyataan menyebut, SRO hanya diajukan jika dianggap dibutuhkan untuk melindungi publik dari resiko bahaya seksual.”