Bayi pertama di Eropa yang terjangkit virus Zika

Baby Zika in Spain

Sumber gambar, REUTERS

Keterangan gambar, Seorang bayi laki-laki yang terkena mikrosefali di Brasil. Kondisi ini ditandai dengan ukuran kepala yang lebih kecil.

Seorang wanita di Spanyol yang terjangkit virus Zika telah melahirkan bayi dengan kondisi mikrosefali, dan dianggap sebagai kelahiran pertama yang terkontaminasi Zika di Eropa.

Pihak-pihak berwenang mengungkapkan bahwa pada bulan Mei mereka mendeteksi mikrosefali pada janin wanita tersebut, namun pasangan ini memutuskan untuk tetap mengandung bayi mereka.

Felix Castillo, kepala neonatal di Rumah Sakit Vall d'Hebron, Barcelona mengatakan bahwa tanda-tanda vital pada anak tersebut "normal dan stabil".

Bayi itu lahir melalui operasi caesar setelah 40 minggu kehamilan.

Castillo menegaskan bahwa lingkar kepala anak itu "lebih kecil dari ukuran normal dan dia terkena penyakit mikrosefali".

Dia mengatakan anak itu dipantau secara terus-menerus, dirinya juga menambahkan bahwa sang orang tua"sangat gembira" menyambut kelahiran bayi mereka.

  • <link type="page"><caption> Kasus perempuan hamil dengan virus Zika pertama di Eropa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160204_majalah_zika_eropa" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Virus Zika diduga rusak saraf janin</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160502_majalah_zika_saraf" platform="highweb"/></link>

Tertular di luar negeri

Kasus ini diyakini menjadi yang pertama kali di Eropa. Bulan lalu, seorang wanita hamil di Slovenia diketahui terinfeksi virus Zika, lalu dia memutuskan untuk melakukan aborsi.

Menurut Kementerian Kesehatan, sampai saat ini Spanyol diketahui memiliki 190 kasus infeksi Zika, sebanyak 189 orang tertular di luar negeri, sedangkan satu orang tertular lewat hubungan seksual.

Para pihak berwenang mengatakan sang ibu tertular virus Zika saat melakukan perjalanan ke luar negeri, namun tidak diketahui pasti di negara mana. Virus ini lazim ditemui di Amerika Latin, terutama Brasil.

Zika transmission
Keterangan gambar, Siklus penularan virus Zika.

Bagaimana Zika menyebar?

  • Gigitan dari nyamuk yang membawa virus Zika.
  • Menular dari ibu hamil kepada bayi yang ada dalam kandungan.
  • Hubungan seks tanpa kondom melalui vagina, oral atau anal - meskipun jarang terjadi, virus ini dapat bertahan dalam air mani.
  • Virus Zika telah ditemukan dalam cairan tubuh lainnya, termasuk air liur dan urin, tetapi tidak diketahui apakah virus itu bisa menyebar melalui rute-rute tersebut.
  • Transfusi darah - sangat mungkin terjadi, tapi belum bisa dipastikan.

Menurut sebuah laporan dalam jurnal ilmiah Nature Microbiology, proyeksi menunjukkan sekitar 93.4 juta orang akan terkena virus itu, termasuk sekitar 1.65 juta para wanita hamil.

Awal tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus Zika sebagai keadaan darurat untuk kesehatan publik global karena berisiko terhadap anak-anak yang baru lahir.

Meskipun penularan Zika ini sebagian besar ringan, dengan kebanyakan orang tidak memiliki gejala, namun virus ini diketahui dapat menyebabkan mikrosefali atau pengecilan otak pada janin di kandungan.

Dalam kasus-kasus yang parah, anak-anak bisa meninggal dan bayi-bayi yang bertahan hidup bisa menghadapi cacat intelektual dan keterlambatan dalam tumbuh kembangnya.