Pengarang buku Korsel menangi penghargaan Man Booker International

Hankang book

Sumber gambar, AFP I GETTY IMAGES

Keterangan gambar, Para juri di ajang penghargaan buku Man Booker International 2016 mengatakan, gaya penulisan Han Kang dalam novel berjudul The Vegetarian "puitis dan mengoyak"

Penulis Korea Selatan, Han Kang memenangi penghargaan Man Booker International 2016 lewat novelnya yang berjudul The Vegetarian.

Buku ini menceritakan tentang seorang wanita yang "ingin menolak kekerasan” dan memutuskan untuk berhenti untuk makan daging.

Novel itu diterjemahkan oleh Deborah Smith, yang baru belajar bahasa Korea pada tahun 2010.

Ketua panel Boyd Tonkin mengatakan karya kreasi Han Kang menjadi “novel tak terlupakan yang kuat dan kaya cerita.”

Berkat kemenangan ini, Han mengantongi hadiah sebesar 50 ribu pound sterling (sekitar Rp960 juta) dan akan dibagikan secara merata dengan penerjemahnya.

Novel Han mengalahkan lima finalis lainnya termasuk penulis asal Italia, Elena Ferrante; penulis yang juga peraih Nobel asal Turki, Orhan Pamuk; pengarang asal Angola, Jose Eduardo Agualusa; penulis asal Cina, Yan Lianke; dan penulis Austria, Robert Seethaler.

Kekuatan Han

Tonkin mengatakan panel juri dengan suara bulat memutuskan Han menjadi pemenang.

"Gaya penulisannya puitis dan mengoyak, mengungkapkan dampak dari penolakan besar pada dirinya dan orang-orang sekitar. Buku ini berisi perpaduan luar biasa dari kelembutan dan horor yang akan tinggal dalam benak bahkan mimpi para pembaca," kata Tonkin.

Ini adalah pertama kalinya Penghargaan Man Booker International, yang telah bergabung dengan Penghargaan Fiksi Asing Independen, memberi penghargaan untuk sebuah buku.

Sebelumnya, ajang penghargaan buku bergengsi Man Booker International menganugerahi karya keseluruhan seorang pengarang pada setiap tahun kedua, yang baru-baru ini dimenangkan oleh penulis Hungaria Laszlo Krasznahorkai pada 2015.

Penerjemahan yang gemilang

The Vegetarian bisa dibaca publik berbahasa Inggris berkat penerjemahan Smith. Padahal, dia hanya bisa berbahasa Inggris sampai berumur 21 tahun. Dia memutuskan untuk menjadi penerjemah sewaktu menyelesaikan gelar Sastra Inggris.

Vincent Dowd, wartawan BBC di bidang seni, mengatakan Smith cukup cerdas saat melihat bahwa belum begitu banyak orang yang bisa menjadi penerjemah dari bahasa Korea ke bahasa Inggris yang berkualitas.

"Dia berhasil mengolah novel The Vegetarian dengan gemilang," kata Dowd.

Deborah Smith

Sumber gambar, ROGER BLAGG

Keterangan gambar, Novel itu diterjemahkan oleh Deborah Smith, yang baru belajar bahasa Korea pada tahun 2010.

Smith mengatakan bahwa dirinya "tidak terlahir sebagai seorang yang benar-benar bisa berbahasa Korea" namun "masih bisa berbicara bahasa Korea "seperti seseorang yang belajar dari buku pelajaran".

"Saya tidak memiliki hubungan dengan budaya Korea, bahkan saya rasa belum pernah bertemu dengan orang Korea. Tapi saya ingin menjadi penerjemah karena bisa menggabungkan antara membaca dan menulis dan saya ingin belajar bahasa.

"Belajar bahasa Korea nampaknya seperti pilihan yang aneh, karena itu adalah bahasa praktis yang tidak dipelajari dan diketahui di negara ini."

Dia mengatakan awalnya dia mencoba untuk menerjemahkan buku untuk sebuah penerbit setelah belajar bahasa Korea hanya dalam waktu dua tahun, namun hasil terjemahannya "mengerikan".

Namun, setelah penerbit Portobello Books bertanya apakah dia punya buku Korea yang "tepat untuk mereka masukan ke dalam daftar", dia menerjemahkan lagi buku lainnya setahun kemudian.

Dia sudah menerjemahkan naskah-naskah dalam bahasa Korea, termasuk dua karya Bae Suah yang berjudul The Essayist's Desk and The Low Hills of Seoul, yangbaru-baru mendirikan sebuah rumah penerbit non-profit yang didedikasikan untuk literatur Asia dan Afrika.

The Vegetarian adalah novel kreatif pertama karya Han Kang yang diterjemahkan ke bahasa Inggris. Sejak saat itu, karya keduanya yang berjudul, Human Acts, juga diterbitkan.

Menurut Han, novel ini merupakan pengembangan dari cerita pendeknya, The Fruit of My Woman, yang bercerita tentang “seorang perempuan yang benar-benar beralih ke buah.”

"Setelah saya merampungkan cerita pendek itu, saya pikir harus kembali membangun citra yang ada dalam kisah ini."