Walau diancam, 'Burger Erdogan' akan kembali dijual di Jerman

Burger Erdogan

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Burger Erdogan dikatakan sebagai satire untuk Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Manajer sebuah restoran burger di Cologne, Jerman, akan kembali menjual 'Burger Erdogan' meskipun sempat menutup bisnis karena mendapat ancaman dari kelompok-kelompok yang diduga sebagai pendukung presiden Turki.

Restoran Urban Burgery dibuka kembali pada Rabu (11/05), kata manajernya Joerg Tiemann.

Sejauh ini burger yang namanya diambil dari nama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, itu terbukti sebagai menu paling populer. Ditambahkan bahwa penjualan Burger Erdogan menyumbang sekitar 75% dari seluruh pemasukan restoran.

  • <link type="page"><caption> Merkel setujui tindakan hukum terhadap pengejek Erdogan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160415_dunia_pelawak_jerman" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Sindir presiden Turki, rumah komedian Jerman dijaga polisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160413_majalah_satiris_jerman_turki" platform="highweb"/></link>

"Kami akan menjualnya selama konsumen menginginkannnya atau sampai Erdogan mengakhiri kebijakannya," kata Tiemann.

Kepada BBC, ia menambahkan burger yang dilengkapi dengan keju kambing itu sebagai 'jawaban satire' kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Joerg Tiemann

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Joerg Tiemann mengatakan ia menunjukkan solidaritas kepada wartawan yang dipenjara di Turki.
Diskon

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Restoran menawarkan potongan harga 25% bagi mahasiswa.

Keju kambing merujuk pada sikap Erdogan yang marah ketika pelawak Jerman, Jan Boehmermann, menyindir Erdogan melalui puisi yang berisi referensi seksual berhubungan dengan kambing dan domba.

Presiden Turki dinilai terlalu cepat menanggapi hal-hal yang dianggap sebagai penghinaan atas dirinya.

Tiemann menuturkan ia menjual burger itu sebagai protes dan sekaligus bentuk solidaritas kepada dua wartawan Turki dari surat kabar Cumhuriyet, yang dijebloskan ke penjara pada 6 Mei.

Mereka dihukum setelah surat kabar mereka melaporkan bahwa Turki berusaha mengirim senjata ke kelompok pemberontak di Suriah yang melawan pemerintah.