Pemerintah AS ajukan banding terhadap Apple untuk buka iPhone

Sumber gambar, Getty
Pemerintah Amerika Serikat mengajukan banding terhadap keputusan hakim yang menolak memerintahkan Apple membuka iPhone dalam satu kasus narkoba.
Kementerian Kehakiman kini menggunakan hukum yang sama seperti yang tengah digunakan untuk melawan Apple dalam kasus ponsel milik penembak San Bernardino.
Kasus tersebut diajukan ke pengadilan tinggi setelah seorang hakim di Brooklyn mengatakan dia tak berhak memberi perintah tersebut.
Menurut Apple, perintah pembukaan iPhone akan menjadi awal dari 'jalan licin yang mengancam keselamatan dan privasi semua orang'.
- <link type="page"><caption> Enkripsi Apple disebut FBI 'anjing penjaga yang galak'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160301_dunia_fbi_apple" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pengadilan dukung Apple terkait iPhone tersangka narkoba</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160301_majalah_apple_didukung_hakim" platform="highweb"/></link>
Dalam sidang awal, pemerintah AS meminta hakim James Orenstein memerintahkan Apple membuka iPhone yang terkunci milik Jun Feng, yang sudah mengaku bersalah dalam kejahatan distribusi metamfetamin.
Kementerian Kehakiman ingin menggunakan bukti ini untuk mencari komplotannya.
Namun setelah hakim Orenstein menolak memberi perintah itu, pemerintah mengajukan lagi kasus tersebut ke pengadilan yang lebih tinggi.
Meski kasusnya mirip dengan yang tengah dibahas di California dalam kaitan dengan penembakan San Bernardino, kasus di New York melibatkan versi lama dari sistem operasional Apple.
Feng menggunakan ponsel dengan iOS 7 yang tak dilindungi dengan sistem teknologi enkripsi yang sama.
Namun Apple yang sepakat dengan putusan hakim Orenstein menyatakan bahwa memberi akses untuk membuka telepon genggam yang terkunci akan 'mengancam prinsip dasar dari konstitusi'.









