Korban San Bernadino desak Apple kerja sama dengan FBI

Sumber gambar, reproducao
Pengacara yang mewakili para korban pembunuhan di San Bernadino akan menyampaikan alasan hukum untuk meminta Apple bekerja sama dengan penyelidikan FBI.
Stephenn Larson, yang merupakan mantan hakim, mengatakan dokumen hukum itu rencananya disampaikan bulan depan atas nama para korban.
"Mereka menjadi sasaran teroris dan mereka ingin tahu kenapa dan bagaimana hal itu terjadi," jelas Larson.
FBI sudah memerintahkan Apple untuk 'mematikan' perangkat keamanan di telepon tangan Syed Rizwan Farook <link type="page"><caption> namun raksasa teknologi itu menolak.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/02/160217_majalah_apple_telepon" platform="highweb"/></link>
<link type="page"><caption> Bulan Desember 2015, Farook dan istrinya, Tashfeen Malik, membunuh 14 orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160210_dunia_sanbenardino_ponsel" platform="highweb"/></link> dalam serangan di San Bernardino, California, yang dilaporkan terinspirasi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Sumber gambar, ABC NEWS I AP
Dalam pernyataan terbarunya, Direktur FBI, James Comey, mengatakan permintaan tersebut demi 'para korban dan keadilan'.
Pimpinan eksekutif Apple, Tim Cook, menyebut perintah FBI tersebut sebagai 'berbahaya, mengerikan, dan belum pernah terjadi sebelumnya.'
Penolakan Apple mendapat kecaman dari beberapa pihak, antara lain dari <link type="page"><caption> bakal calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyerukan boikot atas Apple</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160220_dunia_trump_apple" platform="highweb"/></link>.
Bagaimanapun dua raksasa tekonologi lain, Facebook dan Google, memberi dukungan kepada Apple.









