Perintah membuka telepon Syed Rizwan Farook ditolak Apple

Sumber gambar, AP
Apple akan mempertanyakan perintah pengadilan agar membantu penyelidik FBI untuk mengakses data telepon milik penembak San Bernardino, Syed Rizwan Farook.
Perusahaan tersebut diperintahkan membantu FBI guna membobol perangkat lunak keamanan pada iPhone milik Farook, yang menurut FBI berisi informasi sangat penting.
Bulan Desember 2015, <link type="page"><caption> Farook dan istrinya, Tashfeen Malik, membunuh 14 orang dalam serangan di California</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160210_dunia_sanbenardino_ponsel" platform="highweb"/></link> yang terinspirasi oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
Lewat pernyataannya, pimpinan Apple, Tim Cook mengatakan,"Pemerintah Amerika Serikat menuntut Apple untuk melakukan tindakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yang mengancam keamanan para konsumen kami."
"Kami menentang perintah ini, yang akan mempengaruhi hal-hal melebihi kasus hukum," tambah Cook.

Sumber gambar, AP
Sejak bulan September 2014, data pada peralatan Apple terbaru -seperti pesan SMS dan foto- tertutup secara langsung.
Jika alat tersebut dikunci, hanya kode pengguna yang dapat dipakai untuk mengakses data. Jika usaha membuka kode dilakukan sampai 10 kali kesalahan, maka alat tersebut secara otomatis menghapus semua data.
Apple mengatakan stafnya sendiri bahkan tidak bisa mengakses data.
Langkah ini diambil Apple setelah Edward Snowden mengungkapkan pengawasan yang dilakukan pemerintah.









