Foto-foto dramatis pemenang World Press Photo 2015

Sumber gambar, Warren Richardson
Sebuah foto buram hitam-putih seorang migran sedang menggendong bayi ketika mencoba menerobos pagar kawat berduri dari wilayah Serbia ke Hungaria telah meraih sebagai foto terbaik dalam penghargaan World Press Photo 2015.
Diabadikan pada malam hari, 28 Agustus tahun lalu oleh fotografer Australia, Warren Richardson, pria ini dan bayinya adalah bagian dari gerakan orang-orang yang berupaya menyeberangi Hungaria sebelum perbatasan ditutup.
"Awalnya, ketika kami melihat foto ini, kami tahu ini adalah salah satu foto terpenting," kata ketua dewan juri, Francis Kohn.
"Foto ini memiliki kekuatan karena kesederhanaannya, terutama melalui simbol kawat berduri," tambah Kohn, yang juga direktur foto dari Agence France-Presse, AFP.
"Kami pikir hampir semua terkait nasib pengungsi memberikan visual yang amat kuat. Saya pikir ini adalah foto yang sangat klasik, dan pada saat yang sama itu menjadi abadi."
Penghargaan World Press Photo telah digelar sejak 1955. Tahun ini, 41 fotografer dari 21 negara meraih penghargaan dalam delapan kategori.

Sumber gambar, Sergey Ponomarev for The New York Times
Sergey Ponomarev, yang karya fotonya diterbitkan untuk The New York Times, memenangkan hadiah pertama kategori General News (Stories) untuk "Laporan krisis pengungsi di Eropa".
Salah satunya sebuah foto seorang pria di Tovarnik, Hunggaria, yang mencoba naik kereta menuju Zagreb, Kroasia.

Sumber gambar, Mauricio Lima for The New York Times
Mauricio Lima, yang fotonya juga diterbitkan untuk The New York Times, meraih penghargaan untuk General News (Singles) untuk foto di atas.
Seorang dokter tengah menggosokkan salep pada bagian luka bakar seorang pejuang berusia 16 tahun di sebuah kompleks rumah sakit Kurdi di pinggiran Hasaka, Suriah pada 1 Agustus 2015.

Sumber gambar, Corentin Fohlen
Adapun fotografer Corentin Fohlen meraih predikat terbaik kedua kategori Spot News (Singles) untuk foto demonstrasi anti-terorisme di Paris pada Januari 2015, menyusul serangkaian serangan yang dimulai di kantor majalah satir Charlie Hebdo.

Sumber gambar, Sameer AlDoumy AFP
Sebuah foto seorang bocah yang diselamatkan dari reruntuhan setelah serangan udara di kota Douma, Suriah diabadikan oleh Sameer Al-Doumy.
Dari seri "Aftermath of Airstrikes in Syria", foto ini memenangkan penghargaan tertinggi untuk Spot News (Stories).

Sumber gambar, Vladimir Pesnya Sputnik
Di salah-satu provinsi di Rusia, lebih dari 600km di sebelah timur Moskow, Evgeny Solovyov, pelatih kepala tim hoki amatir HC Vetluga, sedang mempersiapkan stadion untuk sebuah pertandingan.
Foto ini adalah salah satu dari serangkaian foto karya oleh Vladimir Pesnya, yang meraih predikat terbaik dalam kategori Sport (Stories).

Sumber gambar, Christian Bobst
Christian Bobst dari Swiss menjadi pemenang kedua untuk kategori yang sama dalam sebuah foto berjudul "The Gris-gris Wrestlers of Senegal".
Peristiwa ini, yang berlangsung malam hari ketika suhu mulai turun, bernuansa festival, termasuk pertunjukan tari, musik, serta adu gulat.

Sumber gambar, Zhang Lei Tianjin Daily
Suasana kota Tianjin di wilayah Cina bagian utara diselimuti kabut adalah karya fotografer Zhang Lei. Foto ini merupakan pemenang untuk kategori Contemporary Issues (Singles).
Adapun pemenang kedua untuk kategori yang sama diraih oleh fotografer Adriane Ohanesian untuk foto berjudul "The Forgotten Mountains of Sudan".
Bocah tujuh tahun, Adam Abdel, mengalami luka parah pada kulitnya setelah sebuah bom dijatuhkan di samping rumahnya di Burgu, Darfur Tengah, Sudan.

Sumber gambar, Adriane Ohanesian
Serangkaian foto karya Mario Cruz menggambarkan nasib bocah laki-laki -yang dikenal sebagai Talibes- yang tinggal di sekolah-sekolah Islam di Senegal, memenangkan hadiah pertama untuk kategori Contemporary Issues (Stories).
Di Shanxi, Cina, sejumlah pria menarik sepeda roda tiga di lingkungan di dekat pembangkit listrik tenaga batu bara. Foto yang diambil oleh Kevin Frayer ini memenangkan hadiah pertama untuk kategori Daily Life (Singles).
"Sebuah sejarah ketergantungan berat pada pembakaran batu bara untuk energi telah membuat Cina menjadi sumber hampir sepertiga dari total karbon dioksida dunia (CO2) - polutan beracun yang disebut para ilmuwan dan pemerhati lingkungan sebagai penyebab utama pemanasan global," kata Frayer.

Sumber gambar, Kevin Frayer Getty Images
Di Pantai Bondi, Sydney, Australia, terlihat gulungan raksasa "awan tsunami" yang diabadikan oleh Rohan Kelly, yang kemudian memenangkan kategori Nature (Singles).

Sumber gambar, Rohan Kelly Daily Telegraph
Sementara, hadiah pertama untuk kategori Nature (Stories) diraih fotografer Tim Laman untuk karyanya "Tough Times untuk Orangutan".
Gambar ini memperlihatkan orang utan Borneo tengah mendaki ke atas pohon setinggi lebih dari 30 meter di kawasan hutan hujan di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat, Indonesia.
Laman mendokumentasikan ancaman terhadap spesies ini dari kebakaran hutan, perdagangan hewan ilegal dan hilangnya habitat akibat penggundulan hutan.

Sumber gambar, Tim Laman
Salah-satu dampak terburuk akibat gempa yang mengguncang Nepal pada 25 gempa April adalah subyek seri bidikan Daniel Berehulak yang diterbitkan untuk The New York Times.
Di sini, penduduk desa melindungi wajah mereka dari tiupan angin baling-baling helikopter. Diambil pada tanggal 9 Mei 2015, foto ini meraih juara ketiga untuk General News Stories.

Sumber gambar, Daniel Berehulak for the New York Times
Para pemenang dan finalis akan diundang saat pembukaan pameran foto-foto pemenang 2015 World Press photo di Amsterdam pada 16 April 2016.









