Keranjingan memelihara 'boneka keberuntungan' di Thailand

boneka thailand
Keterangan gambar, Boneka-boneka ini antara lain dibawa ke sekolah dan diajak jalan-jalan.

#TrenSosial: Keranjingan memelihara boneka dengan memakaikan baju, membawa ke restoran sampai jalan-jalan naik pesawat, tengah melanda Thailand, dengan sejumlah boneka dijual sampai sekitar Rp8 juta.

Boneka-boneka yang disebut "luuk thep" atau anak malaikat, pertama diangkat oleh sejumlah selebriti yang mengklaim dengan memberikan makanan dan memakaikan baju bagus ke boneka-boneka ini akan membawa keberuntungan dan kesuksesan.

Boneka-boneka ini juga dibawa ke upacara-upacara keagamaan Buddha dan bahkan ada kursi khusus di pesawat, lengkap dengan makanan dan juga dibawa ke sekolah, menurut sejumlah laporan.

boneka thailand
Keterangan gambar, Penerbangan Thai Smile menawarkan kursi khusus untuk boneka.

Seorang antropolog, Visisya Pinthongvijayakul, mengatakan kepada kantor berita AFP keranjingan boneka ini dimulai tahun lalu namun praktik seperti ini berakar dari kebiasaan pemujaan terhadap fetus yang diawetkan dan dipercaya membawa jiwa anak.

Lebih dari 90% penduduk Thailand memeluk agama Buddha namun pada praktiknya mereka melakukan apa yang disebut sinkretisme, menggabungkan tradisi animisme dan Hindhu dalam kegiatan sehari-hari, menurut para antropolog.

Sementara pakar antropolog lain, Asama Mungkornchai, mengatakan kepada BBC Thailand, pemilik boneka-boneka ini sebagian besar adalah wanita kelas menengah.

Gejala ini menunjukkan kegelisahan terhadap kondisi ekonomi dan mereka ingin memiliki ketergantungan pada sesuatu yang ditumpukan pada boneka, kata Asama.

'Membawa boneka seperti orang gila'

Pekan ini penerbangan Thai Smile menawarkan harga tiket khusus untuk boneka-boneka ini bagi pemilik yang menolak menyimpan boneka di koper.

boneka
Keterangan gambar, Para antropolog menyebut gejala ini menunjukkan kegelisahan masyarakat.

Media di Thailand menerbitkan bocoran memo penerbangan itu yang menyebutkan "malaikat anak" sebagai "boneka yang hidup". Namun penerbangan itu menolak menanggapi saat dikontak AFP.

Perusahaan-perusahaan bus juga mengambil keuntungan dari tren ini dengan mengenakan karcis setengah harga untuk boneka yang dibawa pemiliknya berjalan-jalan.

boneka thailand
Keterangan gambar, Mereka yang memiliki boneka-boneka ini sebagian besar adalah kelompok menengah.

Sebagian besar komentar terkait boneka 'keberuntungan' di Facebook BBC Thailand menyebut gejala di masyarakat ini cukup mengkhawatirkan dan aneh.

Sejumlah komentar mengatakan sejumlah orang "merasa tidak punya cara lain untuk menyalurkan keinginan mereka," melalui boneka-boneka ini.

Akun atas nama Zhou Sho antara lain yang mengatakan "cukup menakutkan melihat gejala ini," dan Isaree Soso Utayawat yang menulis, "Penduduk Thailand tidak memiliki keyakinan mengajak orang ... kasihan sekali orang-orang itu membawa boneka seperti orang gila!"

Pengguna media sosial antara lain menyarankan agar uang yang digunakan untuk membeli boneka disalurkan ke kegiatan yang bermanfaat seperti sumbangan ke panti-panti asuhan.