#TrenSosial: Lagu parodi "Buka Saja" tampilkan Sudirman Said dan anggota MKD

Eka Gustiwana dikenal telah membuat berbagai video dengan teknik speech composing, salah satu yang terkenal adalah video penyiar berita Jeremy Teti yang 'bernyanyi' tentang bahan bakar minyak.

Sumber gambar, Eka Gustiwana

Keterangan gambar, Eka Gustiwana dikenal telah membuat berbagai video dengan teknik speech composing, salah satu yang terkenal adalah video penyiar berita Jeremy Teti yang 'bernyanyi' tentang bahan bakar minyak.

Sebuah video klip berisi lagu parodi berjudul Buka Saja yang merespons proses persidangan Mahkamah Kehormatan Dewan di DPR mendapat perhatian pengguna media sosial.

Video <link type="page"><caption> yang diunggah di YouTube itu</caption><url href="https://www.youtube.com/watch?v=ziBOxkEKn8g" platform="highweb"/></link> dibuat oleh Eka Gustiawan dengan teknik <italic>speech composing </italic>atau penyatuan ucapan menjadi lagu dan hingga kini sudah diputar lebih dari 16.000 kali.

"Buka saja, buka saja, kalau tidak dibuka nanti jadi fitnah," begitu Sudirman Said yang 'bernyanyi' dalam lagu tersebut --merujuk pada rekaman dugaan pelanggaran etika Ketua DPR Setya Novanto.

Dalam video itu, Eka mengutip sejumlah pernyataan anggota MKD yang terkesan membela Setya, seperti: 'apa yang salah dengan pertemuan Setya Novanto ini?Salahnya di mana?', 'rekaman itu tidak legal', dan 'Anda tidak tahu rekaman ini asli atau palsu?'.

Proses sidang etik dimulai pekan lalu menghadirkan pihak pelapor Menteri ESDM Sudirman Said dan <link type="page"><caption> Presiden Direktur Freeport Ma'roef Syamsoeddin</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/12/151203_indonesia_freeport_mkd_maruf.shtml" platform="highweb"/></link>. Rencananya sidang dilanjutkan Senin (07/12) dengan <link type="page"><caption> mendengarkan keterangan pihak terlapor, Setya Novanto.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/12/151207_indonesia_mkd_setnov_sidang.shtml" platform="highweb"/></link>

Sementara itu, Setya dalam sejumlah keterangan kepada media tidak pernah mengakui bahwa suara dalam rekaman itu adalah suara dirinya.

Video Eka mendapat banyak respons. "Miris melihat kelakuan yang katanya "Yang Mulia" sungguh tidak punya malu," kata satu pengguna Youtube.

Sumber gambar, Eka Gustiwana

Keterangan gambar, Video Eka mendapat banyak respons. "Miris melihat kelakuan yang katanya "Yang Mulia" sungguh tidak punya malu," kata satu pengguna Youtube.

Banyak pengguna membagi video itu di jejaring sosial dan menyebutnya sebagai video yang kocak dan kreatif. Namun Eka dalam unggahan YouTube-nya memperingatkan bahwa video ini hanyalah parodi semata dan "tidak direkomendasikan mengambil kesimpulan apapun dari video ini karena sudah mengalami tahap editing."

'Busuk dan kotor'

Banyak kritik yang dilontarkan terkait sidang MKD pekan lalu. Sebuah protes yang dilakukan oleh sejumlah seniman di depan gedung DPR pada Kamis (03/12) kemarin, misalnya, menggambarkan MKD sebagai "Mahkamah Kehormatan Djamban".

Mereka menyusun sejumlah toilet sebagai simbol 'busuk dan kotor.'

Sejumlah pengunjuk rasa menyusun toilet di depan gedung DPR di Jakarta pada Kamis (03/12) kemarin sebagai simbol 'busuk dan kotor'.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Sejumlah pengunjuk rasa menyusun toilet di depan gedung DPR di Jakarta pada Kamis (03/12) kemarin sebagai simbol 'busuk dan kotor'.

Para pengguna media sosial dan sejumlah pengamat juga menganggap bahwa MKD terkesan melindungi Setya Novanto dengan pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan dalam sidang. Namun anggota MKD Adies Kadir dari Partai Golkar <link type="page"><caption> membantah tundingan itu.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/12/151130_indonesia_mkdpengamat" platform="highweb"/></link>

Tidak hanya Eka yang merespons sidang MKD dengan parodi. Pekan lalu, pengguna media sosial ramai menggunakan <link type="page"><caption> tagar 'Pertanyaan MKD'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151202_trensosial_sudirman_said" platform="highweb"/></link> untuk mengkritik anggota MKD yang dianggap melontarkan pertanyaan ngawur.