#TrenSosial : Pembuat #ExMuslimBecause dituduh sebarkan kebencian

maryam namezie
Keterangan gambar, Maryam Namezie pertama kali mempopulerkan #ExMuslimBecause

Tagar #ExMuslimBecause atau alasan keluar dari Islam menulai silang pendapat di media sosial dengan salah satu tanggapan melalui tagar #MuslimBecause, alasan menjadi Islam.

Tagar ini dimulai oleh Maryam Namazie, yang mendirikan kelompok Mantan Islam di Inggris, dan mendorong orang yang meninggalkan Islam mengkritik agama tanpa rasa takut dan intimidasi.

muslim tweet

Sumber gambar, Twitter

Keterangan gambar, "Katakan kenapa Anda keluar dari Muslim. Lihat #ExMuslimBecause. Ini tagar yang bisa mendorong Anda. Mungkin ada harapan," tulis Richard Dawkins

Lebih dari 18.000 cuitan dengan tagar #ExMuslimBecause sampai Kamis (03/12).

Banyak pengguna mengatakan tagar ini 'berisi kebencian' dan digunakan sebagai alasan untuk menekan Muslim pada saat kekhawatiran atas Islamfobia yang meningkat <link type="page"><caption> sejak serangan di Paris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151125_dunia_inggris_antimuslim" platform="highweb"/></link>.

muslim tweet

Sumber gambar, Twitter

Keterangan gambar, #ExMuslimBecause dianggap sebagai kampanye yang menyebarkan kebencian terhadap Muslim, akun Abby F mengatakan tidak mungkin dua milyar Muslim memiliki sifat yang sama.

Maryam sendiri membantah gerakannya ini mempromosikan anti-Muslim dan kebencian kepada Islam.

"Ini lebih pada kebebasan untuk berbicara," sanggahnya.

#MuslimBecause dari pengguna di AS

sara zubair
Keterangan gambar, Sara Zubair memulai tagar #MuslimBecause

Namun seorang pengguna Twitter dengan nama Sara Zubair menginisiasi tagar #MuslimBecause atau MuslimKarena menanggapi tagar tersebut.

muslim tweet

Sumber gambar, Twitter

Keterangan gambar, Akun Aboosalik menulis, "#MuslimBecause Islam mengajarkan saya untuk menjaga hak tidak hanya bagi Tuhan tapi juga ciptanyaa-Nya. Tidak peduli apa atau siapa mereka."
muslim tweet

Sumber gambar, Twitter

Keterangan gambar, Abdullah Anshari menulis, "#MuslimBecause semua masuk akal saat kita belajar dari sumber yang valid. Semuanya."

Sara, seorang Muslim asal San Fransisco, Amerika Serikat membuat tagar ini karena menggangap isi #ExMuslimBecause justru mengkritik hal yang berbau gender, budaya, dan politik yang bahkan tidak sesuai dengan ajaran Islam.

"Ini justru menanam kebencian bagi Muslim," ujar Sara.

Ia berharap tagar ini bisa menyebarkan ajaran Islam yang sebenarnya yang berisi kedamaian dan kasih sayang lewat media sosial.