#TrenSosial : Sindiran Muslim Inggris atas survei #1in5Muslims simpati pada ISIS

the sun tweet
Keterangan gambar, Pengguna Twitter menyindir tabloid The Sun dengan tagar #1in5Muslims

Sebuah tabloid di Inggris, The Sun, dalam hasil survei menyebutkan satu dari lima Muslim di Inggris bersimpati pada kelompok yang menyebut diri sebagai Negara Islam atau ISIS.

Tabloid ini menuai hujan sindiran dari pengguna di Twitter dengan tagar #1in5Muslims (satu dari lima Muslim) dengan cuitan lebih dari 106.000 kali sampai Rabu (25/11).

The Sun menerbitkan tulisan ini dengan halaman muka berjudul: "1 dari 5 Muslim bersimpati pada jihadis (ISIS)."

Berdasarkan survei telepon yang dilakukakan Survation , 19.8% responden menyatakan "cukup" atau "sangat" bersimpati pada pemuda Muslim yang meninggalkan Inggris untuk menjadi pejuang di Suriah.

Isi berita mengacu bahwa responden bersimpati pada mereka "yang pergi dari Inggris untuk bergabung dengan ISIS."

Tulisan ini juga mengangkat wawancara dengan tokoh Muslim yang mengatakan survei ini menjadi 'pembuka mata' bagi masyarakat. Salah satu politisi Muslim dari Partai Buruh, Sadiq Khan, mengatakan "Inggris harus membuka matanya."

Media lain di Inggris bereaksi sangat cepat dan mengkritisi metode serta interpretasi survei yang dilakukan The Sun.

Surat kabar The Independent menulis hasil poling yang sama dan dilakukan perusahaan untuk responden non-Muslim menunjukkan hanya sekitar 14% menaruh simpati pada pemuda yang pergi ke Suriah.

the sun tweet
Keterangan gambar, Halaman utama The Sun yang menjadi kontroversi

Sementara itu, koran The Mirror juga mengkritik pertanyaan dalam survei tersebut yang menggunakan kata "jihadis", yang secara umum berarti "berjuang di Suriah" dan tidak menyebutkan ISIS.

Tagar #1in5Muslim menyebar ke Malaysia, Pakistan, AS

The Sun berargumen bahwa survei tersebut telah menyebutkan "pejuang" yang dimaksud adalah ISIS secara spesifik.

"Jika kami mengarang bakwa ISIS sedikit mendapat dukungan atau tidak didukung sama sekali maka kami tidak paham mengapa banyak pemuda Inggris yang mereasa terasing lalu tergoda untuk menjadi ekstremis dan membunuh serta mengapa banyak orang yang mempromosikannya dengan terbuka."

Namun tulisan di halaman muka The Sun telah memicu tagar #1in5Muslims yang menyebar tidak hanya di Inggris tapi juga di Malaysia, Pakistan, Australia, Kanada, India, Qatar, Afrika Selatan, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.

Tagar ini berisi komentar dan lelucon yang menyindir survei tersebut.

the sun tweet
the sun tweet
the sun tweet
Keterangan gambar, Salah satu akun menulis "satu dari lima Muslim bernama Mohammed, empat orang lainnya juga bernama sama tapi dengan tulisan yang berbeda."

"#1in5Muslims memiliki paman yang pelit," tulis salah satu akun.

the sun tweet
Keterangan gambar, Sindiran melalui Twitter juga ramai di negara-negara lain termasuk Amerika Serikat

Salah satu akun pengguna di Inggris menulis, "Ini untuk menunjukkan The Sun tidak mampu menjelekkan komunitas ini (Muslim)." Akun tersebut juga mendorong masyarakat mendaftarkan keluhan resmi ke Organisasi Standar Media Massa Independent di Inggris.

Hingga Selasa (24/11) lalu, organisasi ini telah menerima lebih dari 450 keluhan.