#TrenSosial: Video peluk remaja Muslim Inggris ditonton jutaan orang

Video seorang remaja Muslim di Nottingham, Inggris, yang memberikan pelukan ke orang asing dengan mata tertutup untuk menyebarkan pesan perdamaian menyusul serangan Paris, ditonton jutaan orang.
Yusf Pirot, 16, asal Nottingham, Inggris mengatakan dengan memberikan pelukan kepada orang yang lewat karena ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Muslim bukan teroris.
"Alasan mengapa saya ingin melakukan ini karena saya besar di masyarakat yang menyebut kami sebagai teroris hampir setiap hari," ujarnya.
Video pelukannya ditonton jutaan orang melalui YouTube dan dibagikan <link type="page"><caption> paling tidak 1.500 kali di akun Facebook BBC Indonesia</caption><url href="https://www.facebook.com/bbc.indonesia/videos/10156275182655434/?permPage=1" platform="highweb"/></link>.
Mengubah cara pandang
Yusf mengatakan, "idenya sudah ada sejak lama - saya ingin mengirimkan pesan kepada dunia bahwa saya adalah Muslim - dan ada 1,7 triliun Muslim di dunia yang bukanlah teroris."
Ia memutuskan untuk membuat video ini saat mendengar serangan di Paris. Yusf terkejut dan marah terhadap mereka yang tega menyakiti sesama manusia.
"Dari dalam hati yang paling dalam saya peduli - ini menyakitkan bagi saya," tambahnya.
Saat membuat video tersebut, mata Yusf ditutup kain sehingga dia tidak mengetahui siapa yang ada di depannya.
Sambil menunggu respon orang yang berlalu lalang ia mendengar komentar negatif seperti, "bagaimana kalau dipukul saja wajahnya."
Yusf menganggap orang-orang itu sudah tercuci otaknya dan tidak semua Muslim seperti apa yang mereka katakan.
Islam bukan teroris
Dari sekian banyak pejalan kaki yang menghampiri dan memeluknya, salah satunya berbisik, "kamu sangat berani."
Yusf juga mengaku terkejut akan respon yang didapat. Ia pikir ini hanya akan menjadi video biasa namun ternyata menjadi sangat populer.
Wendy Feargrieve dari Calverton adalah salah satu yang memberi pelukan mengatakan, "Matanya (Yusf) tertutup jadi dia tidak akan tahu siapa orang yang ada di depannya dan apa yang akan mereka lakukan, saya menghampiri dan memeluknya untuk mengatakan dia sangat pemberani."
Salam, kakak Yusf yang pernah dikirim ke Irak Utara, mengatakan ia sangat bangga pada Yusf.
Dari akun Facebook BBC Indonesia, video Yusf mendapat ratusan komentar.
Akun dengan nama Yuliani Endang Trikaeksi, antara lain, menulis, "Tidak satupun agama mengajarkan kekerasan."
Sementara Andrie Ynwa menulis, "Semoga mata dunia bisa terbuka bahwa Islam tidak mengajarkan kebencian dan membunuh adalah hal yang diharamkan."









