#Trensosial: seorang pria membandingkan Arab Saudi dengan ISIS

Ashraf Fayadh

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Ashraf Fayadh adalah seorang penyair yang sedang terancam hukuman mati.

Ribuan orang mengirim tweet berbunyi "Sue Me Saudi" atau "Tuntut Saya Saudi" untuk membandingkan situasi hak asasi manusia di Arab Saudi dengan situasi di bawah kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Hal ini terkait dengan laporan sebuah surat kabar yang belum dikonfirmasi yang mengatakan bahwa Departemen Kehakiman Arab Saudi mengancam akan melakukan tindakan hukum setelah seorang membuat perbandingan tersebut - meskipun tidak jelas apakah Departemen Kehakiman Arab Saudi benar-benar melontarkan ancaman itu.

Tren tersebut dimulai dengan sebuah tweet tentang Ashraf Fayadh, seorang penyair berusia 35 tahun yang sekarang terancam hukuman mati di Arab Saudi.

Fayadh dihukum mati bulan lalu atas tuduhan murtad dan juga didakwa dengan berbagai pelanggaran terkait penghujatan, seperti mempromosikan ateisme dan mengejek ayat-ayat Al-Quran di depan umum -tuduhan yang sudah dibantahnya.

Meninggalkan agama Islam adalah kejahatan di Arab Saudi yang akibatnya dapat dihukum pancung.

Kasus Fayadh ini mendorong seorang pengguna Twitter -seorang penulis terkemuka Arab Saudi dan penganjur reformasi agama- untuk membandingkan Arab Saudi dengan ISIS, yang secara teratur melakukan eksekusi yang mengerikan.

Pihak berwenang Arab Saudi telah mengeksekusi sedikitnya 151 orang tahun ini, menurut Amnesty International, dan berbagai laporan surat kabar baru-baru ini mengatakan bahwa eksekusi massal terhadap sedikitnya 50 orang lain akan segera terjadi.

Lee Jasper

Sumber gambar, TwitterLeeJasper

Apa yang terjadi berikutnya kurang jelas: menurut sebuah laporan yang mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di sebuah surat kabar Al Riyadh, Departemen Kehakiman Arab Saudi sedang mempertimbangkan menggugat penulis karena membuat perbandingan dengan ISIS.

Tapi tidak jelas apakah ancaman ini benar-benar dibuat: belum ada pernyataan resmi mengenai insiden itu dan kedutaan Arab Saudi di London menolak berkomentar untuk BBC Trending.

Namun, laporan tersebut memicu reaksi di dunia maya, dan dalam bahasa Inggris lebih dari 11.000 orang mengirim tweet dengan hashtag "Tuntut saya Saudi" sebagai protes, menantang pihak berwenang untuk mengambil tindakan hukum terhadap mereka karena membuat perbandingan yang sama.

"Memenggal para penyair karena mereka mengkritik rezim membuat rezim tersebut berada pada taraf yang sama seperti ISIS", bunyi sebuah tweet.

Seorang pengguna Twitter lainnya langsung mengatakan kepada pemerintah Arab Saudi, "Rezim Anda adalah barbar. Pemenggalan tidak pernah bisa dibenarkan."