Inggris dan Cina ingin menghubungkan bursa saham

George Osborne

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, George Osborne menyampaikan pidato di Bursa Saham Shanghai.

Menteri Keuangan Inggris, George Osborne, mengatakan Inggris dan Cina sedang mengkaji bagaimana menghubungkan bursa saham kedua negara.

Dalam kunjungan ke Cina, dia mengumumkan 'studi kelayakan' untuk gagasan yang memungkinkan saham-saham Inggris dan Cina diperdagangkan di kedua negara.

Dia menambahkan kedua negara akan 'tetap bersama' walaupun terjadi penurunan saham dan <link type="page"><caption> perlambatan pertumbuhan ekonomi di Cina,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150914_majalah_saham_cina" platform="highweb"/></link> yang merupakan negara perekonomian terbesar kedua dunia.

Gagasan ini disampaikan Osborne dalam pidatonya di Bursa Saham Shanghai dengan menggambarkan Shanghai menjadi 'pusat' dari <link type="page"><caption> naik turunnya saham global beberapa waktu lalu.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150825_majalah_penjelasan_cina" platform="highweb"/></link>

Nilai-nilai saham di bursa tersebut menurun sampai 40% sejak Juni tahun ini.

Kunjungan Osborne ini berlangsung menjelang lawatan Presiden Cina, Xi Jinping, ke Inggris pada bulan Oktober, yang merupakan kunjungan pertama pemimpin Cina dalam waktu 110 tahun belakangan.

Cina sudah menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonominya pada tahun 2014 dari 7,4% menjadi 7,3% -yang terendah dalam waktu 25 tahun belakangan.

Dan untuk tahun ini, sasaran pertumbuhan ekonomi tahunan lebih rendah lagi, sekitar 7%.