Pemangkasan suku bunga gagal dongkrak saham Cina

Sumber gambar, AP
Saham-saham Cina terus anjlok meski bank sentral negara itu telah memangkas suku bunga demi meyakinkan para pelaku pasar.
Saat dibuka pada Rabu (26/08) pagi, pasar saham Shanghai menunjukkan penurunan 1% ke 2.934,27.
Situasi itu terjadi meski <link type="page"><caption> Bank Sentral Cina memangkas suku bunga sebesar 0,25% poin menjadi 4,6%</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150825_majalah_cina_sukubunga" platform="highweb"/></link> sehari sebelumnya. Bank Sentral Cina juga memotong rasio syarat cadangan simpanan bank 0,5% poin.
Beijing juga telah memutuskan dana pensiun dapat digunakan untuk berinvestasi di bursa saham.
Rangkaian langkah itu dinilai sebagai upaya Cina untuk menepis <link type="page"><caption> kekhawatiran para pelaku pasar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150825_majalah_sahamasia_berjatuhan" platform="highweb"/></link> yang risau akan perlambatan ekonomi negara tersebut.
Saham Asia
Sementara itu, di bursa saham Hong Kong, perdagangan saham sedikit lebih baik ketimbang di Cina daratan. Pada pembukaan pasar Rabu (26/08) pagi, Indeks Hang Seng tak menunjukkan peningkatan atau penurunan berarti pada titik 21.401,73.
Di Jepang, Bursa Nikkei memperlihatkan penguatan sebesar 0,9%. Angka itu merupakan hal yang positif mengingat indeks Tokyo telah anjlok lebih dari 8% pada dua sesi terakhir.
Indikasi positif juga tampak di Korea Selatan. Indeks Kospi naik 1% pada level 1.865,54. Sedangkan di Australia, S&P menunjukkan perdagangan yang datar pada 5.132,60.









