#TrenSosial: Foto selfie 'migran palsu' yang menipu netizen

Sebuah akun Instagram milik seorang migran yang mendokumentasikan rute perjalanannya dari Senegal hingga Eropa berhasil mengumpulkan ribuan pengikut dan menarik perhatian media.
Namun, terungkap bahwa akun tersebut adalah palsu dan BBC Trending berbincang dengan pria yang membuat akun palsu itu.
Akun tersebut, dibuat dengan menggunakan nama Abdou Diouf dari Dakar, diklaim bermula dari Senegal hingga Eropa. Foto-foto selfie yang dia tampilkan mulai pekan lalu menunjukkan dia tersenyum di depan kamera dengan "#keluarganya" (#family)". Bahkan, dia sempat cukur rambut menjelang perjalanan besarnya.

"Perjalanannya" itu tidaklah mudah. Foto lain menunjukkan Diouf berada di atas kapal pada malam hari. "Jalan satu-satunya untuk menyebrang, mendayung dengan sebuah kapal karet sepanjang malam. Sungguh menakutkan," tulisnya.

Kemudian muncul foto saat ia sudah mencapai daratan. "Akhirnya mencapai daratan peluang. Kami sangat letih tetapi senang. Perjalanan yang sangat berbahaya," tulis "Diouf.

Akun tersebut berhasil mendapatkan lebih dari 8.000 pengikut. Komentar-komentar para pengikutnya pada foto-foto yang diunggah menunjukkan banyaknya orang yang percaya bahwa perjalanan yang dilakukan itu benar terjadi.
"MUAK DENGAN KALIAN JUTAAN MANUSIA YANG MENCOBA UNTUK KE SINI, TIDAK ADA TEMPAT UNTUK KALIAN DI SINI DAN TIDAK ADA PEKERJAAN, TIDAK ADA MIMPI," ungkap seseorang pada foto yang diunggah.
Akan tetapi, banyak juga komentar-komentar yang mendukung "Diouf". "Semoga beruntung Bung, aku berharap yang terbaik untukmu" dan "Semoga Tuhan membuat langkahmu lebih mudah," tulis mereka. Banyak portal berita yang menggunakan cerita tersebut dan melaporkannya sebagai cerita faktual.
Tetapi banyak yang ragu-ragu karena beberapa faktor. Salah satunya, "Diouf" selalu memberikan penekanan penting dengan tagar-tagar tertentu dalam mempromosikan perjalanannya. Kata-kata seperti #LovingLife, #InstaLovers, dan tagar #IllegalDreamer (PemimpiIlegal) muncul pada tiap fotonya, dan nama Abdou Diouf merupakan pinjaman dari nama mantan presiden Senegal.
Belakangan terungkap orang di balik foto-foto tersebut mengaku bahwa akun itu palsu dan merupakan iklan untuk festival fotografi.
Nama asli 'sang migran' adalah Hagi Toure, seorang warga asal Spanyol. Adapun semua foto itu diabadikan oleh Tomas Pena, yang mencoba untuk mempromosikan festival Getxophoto di Spanyol bagian utara.
"Kami merekrut beberapa orang untuk tampil di kampanye itu," ungkap Pena kepada BBC Trending.
Akun itu sengaja dibuat agar warga Eropa berpikir ulang tentang sikap mereka terhadap migran dari Afrika ke Eropa.
Pena mengatakan, "Kami memperlakukan mereka bagaikan hewan, dan menilik komentar yang masuk ada beberapa yang sangat rasis. Ini cukup menyedihkan," ungkap Pena.
Walaupun ia sengaja menipu orang, Pena tidak merasa bahwa semua orang tertipu oleh akun itu.
Pena mengatakan Hagi Toure sebenarnya adalah seorang pemain bola tangan yang tinggal di Barcelona selama lebih dari 10 tahun, dan memiliki akun Instagram resmi miliknya sendiri













