#TrenSosial: Keindahan alam Indonesia di mata Anda
Inilah sembilan foto pemandangan alam pilihan yang dikirim oleh para pembaca BBC Indonesia melalui Facebook dalam bulan Juni dan Juli.
Untuk melihat foto-foto pilihan sebelumnya, Anda bisa klik <link type="page"><caption> di sini.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/03/150326_trensosial_keindahan_indonesia" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, Syaf Uthafeinze

Sumber gambar, Melisa Lie
Pembaca BBC Indonesia Melisa Lie, mengatakan Bromo adalah 'paket lengkap.'
"Kita bisa menemukan padang pasir sekaligus padang rumput, bukankah ini sungguh aneh dan ajaib?"
Dia berkunjung ke Bromo pada Agustus 2014, bersama kerabat. Dengan berkendara enam jam menggunakan jeep, Melisa sampai ke Puncak Penanjakan yang dikenal sebagai lokasi bagus untuk melihat matahari terbit.
"Banyak sekali turis dari Eropa. Saya merasa terharu, mereka menempuh perjalanan lebih dari 10.000km dari negaranya untuk menyaksikan gunung yang hanya berjarak sekitar 115 km saja dari Surabaya."

Sumber gambar, Susanti Chandra

Sumber gambar, Steven Woeianto
"Pulau Lembata merupakan tempat penangkapan ikan paus, tepatnya di Desa Lamalera," kata Steven Woeianto, seorang penduduk lokal kepada BBC Indonesia. Dia mengatakan pantai-pantainya masih alami dan belum dikunjungi banyak orang.

Sumber gambar, Herta Sofyan

Sumber gambar, Rasya Hanifah
"Selama dalam perjalanan saya merasa takjub dengan keindahan alamnya karena Pangalengan sering tidak dianggap sebagai objek wisata di Bandung Raya. Pangalengan ternyata adalah pusatnya susu sapi di Jawa Barat. Yang saya sukai, Pangalengan masih jarang dikunjungi para wisatawan jadi hampir tidak ada sampah, dan udaranya pun masih sejuk," kata Rasya Hanifah.

Sumber gambar, Novem J. Hosea Lawalata

Sumber gambar, Novem J. Hosea Lawalata
Adapun Novem berkunjung ke Gunung Merbabu pada Maret lalu melalui jalur pendakian Desa Suwanting. "Jalur ini baru dibuka kembali semenjak penutupan tahun 1998," katanya.
"Kalau pemandangan saya suka Gunung Rinjani, tetapi kalau secara emosional saya suka Merbabu, karena saya pernah tinggal tiga bulan di Yogyakarta."

Sumber gambar, Vivi Trisnavia













