Baterai Solar Impulse rusak, penerbangan ditunda

Sumber gambar, EPA
Tim yang ingin menerbangkan pesawat dengan tenaga surya, Solar Impulse, untuk keliling dunia sudah membatalkan upaya mereka tahun ini.
Baterai Solar Impulse rusak dalam <link type="page"><caption> penerbangan antara Jepang ke Hawaii</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/07/150702_majalah_solar_impulse" platform="highweb"/></link> -yang merupakan rekor penerbangan solo terpanjang tanpa henti- dan diperlukan waktu beberapa bulan untuk memperbaikinya.
Jika perbaikan baterai di Bandara Kalaeloa, Hawai, nanti selesai maka masih diperlukan lagi beberapa penerbangan percobaan sebelum penerbangan keliling dunia dilanjutkan kembali tahun 2016.
Tim mengatakan penerbangan itu kemungkinan berlangsung bulan April untuk menempuh jarak dari Hawaii ke Pantai Barat Amerika Serikat.

Sumber gambar, AFP
Diperlukan cuaca yang baik untuk menyeberang ke Amerika Serikat dan dari sana Solar Impulse akan kembali ke <link type="page"><caption> Abu Dhabi, tempat awal penerbangan pada Maret 2015. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/03/150309_iptek_pesawat_surya" platform="highweb"/></link>
Penundaan hingga tahun depan ini jelas mengecewakan tim namun Solar Impulsue sebenarnya sudah mencapai beberapa tujuan pentingnya.
Pilot Andre Borschberg, misalnya, sudah memecahkan rekor penerbangan solo dari Nagoya ke Kalaeloa dengan jarak tempuh 7.200km dalam waktu 118 jam.
Sepanjang perjalanan itu, baterai berfungsi seperti yang diharapkan namun kemudian rusak karena terlalu panas.
<link type="page"><caption> Penerbangan Solar Impulse menuju ke Hawaii dari Cina sempat dihentikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150601_majalah_solarimpulse_surya" platform="highweb"/></link> karena masalah cuaca yang buruk sehingga pesawat mendarat di Jepang.













