Pajak produk konsumen Cina turun 50% lebih

Konsumen Cina

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Konsumen di Cina diperkirakan menghabiskan 20% lebih banyak untuk produk mewah dibanding konsumen Eropa.

Cina akan memotong pajak untuk barang konsumsi sampai lebih dari 50% untuk mendorong belanja konsumen.

Tingginya tarif untuk produk-produk impor selama ini membuat warga Cina memilih belanja ke luar negeri atau lewat agen.

Dengan menurunkan pajak, pemerintah Beijing berharap bisa menarik kembali belanja konsumen tersebut ke dalam negeri.

Cina tampaknya berupaya secara khusus untuk meningkatkan permintaan di dalam negeri ketika <link type="page"><caption> pertumbuhan negara itu berada pada tingkat paling rendah sejak tahun 2009. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/03/150305_bisnis_cina_ekonomi" platform="highweb"/></link>

Kementrian Keuangan menyatakan pengurangan tarif ditujukan untuk menciptakan pertumbuhan yang stabil serta mendorong reformasi struktural.

Mulai tanggal 1 Juni, tarif dari produk-produk pakaian bergaya Barat akan dikurangi menjadi 7-10% dari sebelumnya sebesar 14-23%.

Sementara pajak untuk sepatu olahraga dan sepatu berhak tinggi turun setengah menjadi 12% sedang pajak untuk produk perawatan kulit turun dari 5% ke 2%.

Bagaimanapun bukan hanya pajak impor saja yang sebenarnya mengangkat harga produk konsumen impor di Cina, karena pajak pertambahan nilai, PPN, dan pajak-pajak lain juga berperan.

Para pengamat memperkirakan konsumen di Cina menghabiskan sekitar 20% lebih banyak untuk produk-produk mewah dibanding konsumen Eropa.