Weibo akan lepas saham perdana di NYSE

Weibo

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Walau jumlah penggunanya menurun, Weibo tetap menikmati peningkatan pendapatan.

Layanan media sosial Cina, Sina Weibo, akan melepas sahamnya di bursa saham New York.

Koran keuangan Inggris, The Financial Times, melaporkan Sina Corp berharap bisa menghimpun US$500 juta.

Namun belum ada komentar resmi dari Sina Weibo terkait rencana pelepasan saham perdana tersebut yang diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara kantor berita Reuters menyebutkan Sina Weibo menggunakan jasa lembaga keuangan Credit Suisse AG dan Goldman Sachs Group Inc untuk pelepasan sahamnya di NYSE.

Rencana Sina Weibo masuk bursa New York ini makin meramaikan perusahan-perusahaan <link type="page"><caption> Cina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/cina/" platform="highweb"/></link> yang melepas sahamnya di sana dalam beberapa waktu belakangan.

Awal tahun ini statistik resmi pemerintah Cina memperlihatkan <link type="page"><caption> jumlah pengguna Weibo pada tahun 2013</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/01/140117_pengguna_weibo_turun.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> menurun 9% dibanding tahun sebelumnya. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/01/140117_pengguna_weibo_turun.shtml" platform="highweb"/></link>

Walau penggunanya menurun, Sina Weibo tetap mencatat kenaikan pendapatan lewat iklan sebesar 125% atau menjadi US$43,7 juta pada kuartal ketiga yang berakhir September 2013 dibanding periode setahun sebelumnya.

Sementara pendapatan bukan iklan- seperti dari iuran keanggotaan dan permainan komputer- meningkat 121% menjadi US$9,7 juta.

Pada akhir 2013, diperkirakan terdapat sekitar 500 juta pengguna Weibo.