Asterix 'membantu' keluarga korban Charlie Hebdo

Asterix dan Obelix

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kisah Asterix dan Obelix sudah diterjamahkan ke dalam berbagai bahasa dunia, termasuk Indonesia.

Satu karya asli untuk komik Asterix terjual 150.000 euro atau sekitar Rp2 miliar yang disalurkan kepada keluarga korban serangan atas majalah satire Prancis, Charlie Hebdo.

Karya itu merupakan satu bagian untuk cerita Asterix berjudul Les Lauriers de César -yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia sebagai Mahkota Raja- dilelang oleh balai lelang Christie di Paris, yang tidak memungut biaya komisi.

<link type="page"><caption> Dua pria bersenjata menyerbu masuk kantor Charlie Hebdo</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150107_prancis_charlie_hebdo" platform="highweb"/></link> -yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad- pada tanggal 7 Januari dan menewaskan 12 orang.

Dua hari kemudian, <link type="page"><caption> seorang militan Islam lainnya membunuh empat umat Yahudi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150109_prancis_supermarket_yahudi" platform="highweb"/></link> di sebuah pusat pertokoan sebelum ditembak mati oleh polisi. Pria penyerang ini yang juga menewaskan seorang polisi perempuan sehari sebelumnya.

Komik Asterix

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Setelah serangan Charlie Hebdo, Uderzo menggambar kembali walau sudah menyatakan pensiun.

Tak lama setelah rangkaian pembunuhan itu, Albert Uderzo, muncul kembali walau sudah menyatakan pensiun dan menggambar kartun untuk mengenang para korban.

"Moi aussi je suis un Charlie (yang artinya Saya juga Charlie", kata Asterix dalam salah satu kartun itu, mengutip slogan Je Suis Charlie yang banyak digunakan orang di seluruh dunia untuk mengecam serangan atas Charlie Hebdo.

"Saya tidak mengubah karya saya, namun saya sekedar ingin mengungkapkan perasaan kepada kartunis yang membayar kerja mereka dengan nyawanya," kata Uderzo kepada surat kabar Le Figaro.

Kisah Asterix bersama sahabatnya, Obelix, ditulis oleh René Goscinny dengan gambar dari Albert Uderzo dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia.