Operasi antijihadis di Prancis, dua ditangkap

Sumber gambar, AFP
Sedikitnya dua orang ditangkap dalam operasi antijihadis oleh aparat keamanan di sebuah kota kecil di Prancis Selatan, Selasa 27 Januari pagi.
Para penduduk mengatakan sekelompok pria bertopeng, yang tiba dengan mobil tanpa tanda, menerobos pintu-pintu di apartemen yang mereka tuju di Lunel, yang berpenghuni sekitar 27.000 jiwa.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve, mengatakan mereka yang ditangkap diduga terlibat aktif dalam jaringan jihadis yang merekrut dan mengindoktrinasi beberapa anak muda di Lunel.
Wartawan BBC di Paris melaporkan sekitar 20 orang dari kawasan sekitar Lunel yang sudah berangkat -maupun merencanakan berangkat- ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok militan Islam di sana.
Pihak berwenang mengatakan enam orang warga asal Lunel tewas di Irak maupun Suriah dalam waktu beberapa bulan belakangan.
Kantor berita AP memberitakan Bulan Desember 2014 lalu satu badan pengelola masjid di kota itu menolak untuk mengecam warganya yang meninggalkan Lunel untuk bergabung dengan kelompok ekstrimis.
Pemerintah Prancis mengatakan sekitar 3.000 warganya memiliki kaitan dengan para pejuang ekstrimis di Irak dan Suriah.
Prancis meningkatkan operasi atas terduga militan Islam setelah rangkaian <link type="page"><caption> serangan di Prancis yang menewaskan 17 orang, antara lain</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150108_prancis_penembakan" platform="highweb"/></link> di kantor majalah satire, Charlie Hebdo, dan di sebuah toko serba ada Yahudi.















