Prancis tangkap lima warga Chechnya

Tentara Prancis

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Prancis dalam keadaan siaga setelah serangan teror militan Islam.

Lima warga Rusia dari Chechnya ditangkap di kota Baziets dan Montpellier, Prancis selatan, dalam penggerebekan polisi karena diduga menyiapkan serangan teror.

Media setempat, Midi Libre, melaporkan ada bahan peledak yang ditemukan di dekat sebuah stadion di Beziers, namun sumber mereka mengatakan belum bisa dipastikan apakah memang ada rencana untuk serangan teror.

Prancis dalam keadaan siaga setelah serangkaian serangan militan Islam yang menewaskan 17 orang dua pekan lalu.

Pengadilan Prancis sudah menjatuhkan dakwaan awal kepada empat orang yang dituduh mendukung Amedy Coulibaly, yang melakukan serangan di pusat pertokoan Yahudi dan menewaskan empat orang.

Chechnya

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Puluhan warga di Chechnya turun ke jalan memprotes majalah satire Charlie Hebdo.

Sementara itu dalam perkembangan lain, pengadilan Belgia sudah sepakat untuk mengekstradisi seorang pria Prancis, Fritz-Joly Joachin, terkait dengan <link type="page"><caption> serangan atas kantor Charlie Hebdo</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150107_prancis_charlie_hebdo" platform="highweb"/></link> di Paris, yang menewaskan 12 orang.

Pria warga Prancis itu mengaku mengenal abang beradik, Cherif dan Said Kouachi -yang menyerang kantor Charlie Hebdo- namun membantah mengetahui rencana serangan itu.

<link type="page"><caption> Puluhan ribu orang turun dalam aksi unjuk rasa di ibukota Chechnya,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2015/01/150119_galeri_chechnya" platform="highweb"/></link> Grozny, pada hari Senin (19/01) untuk mengecam majalah satire Charlie Hebdo karena menerbitkan kartun Nabi Muhammad.