Lassana Bathily mendapat warga negara Prancis

Lassana Bathily

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pemberian kewarganegaraan Prancis untuk Lassana Bathily dihadiri perdana menteri dan menteri dalam negeri.

Seorang pekerja toko serba ada asal Mali, Lassana Bathily, yang menyembunyikan para pelanggan dalam serangan pria bersenjata militan Islam di Paris, mendapat kewarganegaraan Prancis.

Perdana Menteri, Manuel Valls, dan Menteri Dalam Negeri, Bernard Cazeneuve, menghadiri langsung upacara pemberian kewarganegaraan tersebut.

Pria berusia 24 tahun yang beragama Islam itu membawa beberapa pelanggan toko ke <link type="page"><caption> ruang penyimpanan dingin di ruang bahwa tanah sebelum menelepon polisi.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150117_paris_muslim_yahudi" platform="highweb"/></link>

Pemerintah Prancis mengucapkan terima kasih kepadanya atas nama bangsa Prancis.

Dia mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin yang berdiri untuknya ketika menutup pidatonya dengan seruan 'Hidup kebebasan. Hidup Prancis'.

Lassana Bathily

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Lassana Bathily sudah sembilan tahun tinggal di Prancis.

Bathily sudah tinggal di Prancis selama sembilan tahun dan sudah mengajukan permohonan untuk mendapatkan warga negara Prancis tahun lalu.

Penyerang di toko serba ada Yahudi itu, Ahmed Coulibaly, menewaskan empat sandera umat Yahudi sebelum ditembak mati oleh polisi.

<link type="page"><caption> Pengadilan Prancis sudah menjatuhkan dakwaan kepada empat orang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150120_prancis_charliehebdo_tersangka" platform="highweb"/></link> yang dituduh mendukung Coulibaly.

Sebelum aksi teror Coulibaly, dua bersaudara, <link type="page"><caption> Cherif dan Said Kouachi, menyerang kantor majalah satire Prancis, Charlie Hebdo,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150107_prancis_charlie_hebdo" platform="highweb"/></link> dan menewaskan 12 orang.