Taksi Uber kembali beroperasi di ibu kota India

Sumber gambar, Getty
Layanan taksi Uber kembali beroperasi di ibu kota India, Delhi, beberapa pekan setelah dilarang karena salah satu sopirnya didakwa memperkosa penumpang.
Melalui pernyataan tertulis, Uber mengatakan mereka telah mengajukan izin agar bisa beroperasi seperti perusahaan taksi tradisional.
Uber juga mengatakan akan menerapkan tes dan pemeriksaan yang lebih komprehensif kepada para calon pengemudi mereka.
Sebelumnya Uber mengatakan tidak perlu izin karena mereka adalah perusahaan teknologi yang hanya "mempertemukan antara sopir taksi dan calon penumpang".
Pemerintah kota Delhi <link type="page"><caption> melarang operasi taksi Uber bulan lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141208_uber_india_dilarang.shtml" platform="highweb"/></link> karena kasus dugaan pemerkosaan tersebut.
Tersangka pelaku, sopir Uber bernama Shiv Kumar Yadav, saat ini tengah diadili dengan <link type="page"><caption> dakwaan melakukan penculikan dan pemerkosaan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141207_india_pemerkosaan.shtml" platform="highweb"/></link>.
Yadaz menolak semua dakwaan.
Uber berbeda dengan taksi kebanyakan karena proses pemesanan dilakukan melalui aplikasi di telepon genggam pintar.
Uber diprotes di sejumlah kota di dunia karena dianggap mematikan perusahaan-perusahaan taksi tradisional.
Pihak-pihak yang menentang juga mengatakan Uber diuntungkan karena tidak harus melakukan berbagai kewajiban yang harus dipatuhi perusahaan-perusahaan taksi konvensional.










